SuaraPantura.com - Hakim Agung legendaris Artidjo Alkostar meninggal pada 28 Februari 2021, bertepatan dengan hari Minggu setahun yang lalu.
Meski telah tiada, namun tangan dingin Artidjo Alkostar dalam memutuskan kasus-kasus besar terutama kasus korupsi akan terus dikenang sepanjang masa.
Bahkan, Artidjo Alkostar kemudian menjadi hakim yang paling ditakuti oleh koruptor karena kerap kali menjatuhkan vonis lebih berat untuk koruptor.
Artidjo Alkostar memasuki masa pensiun pada 22 Mei 2018 lalu setelah menjadi hakim agung sejak tahun 2000.
Selama menjadi hakim agung beliau telah memutuskan memutuskan 19.708 berkas perkara. Diketahui selama menjabat hakim agung beliau juga tidak pernah mengambil jatah cutinya.
Saat menjelang pensiun Ia mengatakan dirinya tidak akan lagi berurusan dengan hukum. Beliau berseloroh akan pulang kampung dan memlihara kambing.
Ada tiga tempat yang Ia inginkan untuk bermukim saat memasuki pensiun yakni Situbondo yang merupakan tempat kelahirannya.
Kemudian Yogyakarta yang juga tempatnya mengajar S2, dan ketiga adalah Sumenep, Madura, yang menjadi asal orang tua nya.
Bahkan di Madura ini Artidjo Alkostar memilik sebuah cafe yang ia beri nama Madurama.
Saat hendak pensiun Artidjo Alkostar sempat melaunching buku berjudul "Artidjo Alkostar Titian Keikhlasan, Berkhidmat untuk Keadilan”.
Buku 445 halaman tersebut berisi pandangan kolega-kolega Artidjo terkiat dirinya, mulai dari pimpinan Mahkamah Agung, Hakim Agung, Pimpinan Polri, dan yang lainnya.
Doa terbaik untuk beliau, semoga mendapat tempat istimewa di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa.***