SuaraPantura.com - Gunung Api Anak Krakatau mengalami erupsi 9 kali pada Jumat 4 Februari 2022.
Aktivitas Anak Krakatau erupsi ini tercatat pada pengamatan yang dilakukan MAGMA Indonesia.
Anak Krakatau erupsi 9 kali gempa Letusan/Erupsi dengan amplitudo 40-58 mm, dan lama gempa 20-169 detik.
Dari pengamatan visual gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Teramati asap kawah utama berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga tebal tinggi sekitar 25-1000 meter dari puncak.
Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah hingga kencang ke arah timur, selatan dan barat daya. Suhu udara sekitar 27-31°C. Kelembaban 46-66%.
Gempa yang terpantau 1 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 35 mm, dan lama gempa 70 detik. 60 kali Harmonik dengan amplitudo 10-38 mm, dan lama gempa 6-96 detik.
1 kali gempa Terasa, skala III MMI dengan amplitudo 50 mm, S-P 23.8 detik dan lama gempa 161 detik. 1 kali gempa Tremor Menerus dengan amplitudo 1-30 mm, dominan 5 mm.
Gunung Api Anak Krakatau terletak di Kab Lampung Selatan, Lampung dengan posisi geografis di Latitude -6.102°LU, Longitude 105.423°BT dan memiliki ketinggian 157 mdpl.
Akibat Anak Krakatau erupsi ini, masyarakat atau wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah.
Pada laporan yang dibuat oleh MAGMA Indonesia, erupsi terjadi Jumat pukul 17.07 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 1000 m di atas puncak (± 1157 m di atas permukaan laut).
Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 50 mm dan durasi 169 detik.***