Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

GEMPADEWA : Ibu-ibu Desa Wadas Bersembunyi dalam Kamar, Pintu Didobrak Sampai Hancur

Desky Danuaji•
Nasional

SuaraPantura.com - Gerakan Masyarakat Peduli Alam Dewa Wadas ( Gempadewa) menyebutkan, terjadi kekerasan preman/polisi saat penangkapan warga Wadas di Dusun Krajan.

Gempadewa menyampaikan Empat Kronologi kekerasan preman/polisi saat penangkapan warga Desa Wadas.

Adapun kronologi kekerasan preman/polisi saat penangkapan warga Desa Wadas menurut rilis  Gempadewa adalah sebagai berikut:

KPK Geledah Djarum, Kasus Cukai Membesar: Di Tengah Rumor Haji Isam dan Masa Depan BCA
Baca Juga · Nasional
KPK Geledah Djarum, Kasus Cukai Membesar: Di Tengah Rumor Haji Isam dan Masa Depan BCA

Siang hari ( 8 Februari 2022) pada saat berlangsung mujahadah di dusun Krajan, salah seorang warga berinisial AF duduk di rumah depan Masjid, kemudian segerombolan preman datang, mereka bertanya "kamu orang mana?" lalu warga menjawab "orang Wadas" namun mereka tidak percaya.

Kemudian AF menuju rumahnya di dekat masjid untuk mengambil KTP, ia lari menuju kamar diikuti preman-preman tersebut.

Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding
Baca Juga · Nasional
Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding

Di rumah itu ada 6 orang salah satunya ibu-ibu wadon Wadas. Semua bersembunyi di kamar ketika preman-preman memaksa masuk, tapi mereka mendobrak pintu kamar sampai hancur.

Kemudian 6 warga dipukuli, ditarik, kemudian AF melindungi ibu-ibu dari pukulan preman-preman. Ia justru ditarik, diinjak perutnya, dipukul sampai baju robek-robek, dan kacamata dirampas.

BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan
Baca Juga · Nasional
BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan

Ia dibawa sampai keluar rumah dan masih dikepung preman-preman. Ia dipukuli, diborgol dan digelandang preman/polisi untuk dibawa ke Polsek Bener kemudian diperiksa.

Sampai malam kacamata AF tidak dikembalikan oleh polisi, sehingga ia tidak bisa melihat apa-apa dan kepalanya pusing.

Tidak hanya melakukan kekerasan, polisi juga mengabaikan kondisi kesehatan warga yang ditangkap. Sampai ba'da Maghrib AF dibawa ke Polres Purworejo untuk dimintai data lebih lanjut.
***

Tags:
#polisi#jateng#kekerasan#jawa tengah#ibu-ibu#purworejo#preman#desa wadas#gempadewa
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…