SuaraPantura.com - Alissa Wahid kini banyak diperbincangkan usai aksi kemanusiannya menyambangi langsung Desa Wadas, Purworejo Jawa Tengah yang tengah dilanda konflik. Berikut kami sajikan profil Alissa Wahid.
Alissa Wahid disebut-sebut seperti mendiang ayahnya yang sangat peka terhadap kemanusiaan.
Sebab langkahnya kini menjadi memutar ingatan publik, sebagaimana Gus Dur juga dulu terjun langsung menyambangi rakyat yang menjadi korban proyek Kedung Ombo saat Orde Baru.
Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid adalah seorang psikolog asal Indonesia kelahiran Jombang. Ia adalah putri sulung dari Presiden Indonesia Abdurrahman Wahid.
Alissa datang bersama Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor datang ke Wadas untuk berdialog dengan warga yang pro maupun yang kontra.
Kedatangan Alissa disambut warga Desa Wadas yang menolak pertambangan batuan andesit dengan lagu Yalal Wathan.
Lagu itu pula yang mengiringi perjuangan warga Desa Wadas saat membela dan memperjuangkan hak hidupnya disana.
Profil Alissa Wahid
Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid adalah seorang psikolog asal Indonesia kelahiran Jombang. Ia adalah putri sulung dari Presiden Indonesia Abdurrahman Wahid.
Alissa lahir pada 25 Juni 1973, dalam usianya yang ke 48 ini Ia terus aktif dalam persoalan sosial dan jemanusiaan.
Alissa merupakan lulusan SMA Negeri 8 Jakarta dan sarjana dan magister profesi Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada berfokus pada psikologi keluarga, anak, dan wanita.
Pada 1991 hingga 1996, Alissa aktif menjadi manager dalam sebuah proyek sosial bernama Indonesia Planned Parenthood Association yang berfokus pada pengembangan diri anak muda dan kesehatan reproduksi di berbagai SMA di Yogyakarta.
Selain menjalakan karier dan aktivitas sosial, Alissa juga sangat aktif dalam beberapa organisasi kebhinekaan. Alissa kini menjadi Koordinator Nasional Jaringan GUSDURian Indonesia pada 2010.
***