SuaraPantura.com - Seorang warga dikabarkan tewas tertembak peluru tajam polisi saat menentang aktivitas tambang yang di wilayah Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Sabtu 12 Februari 2022.
Diduga korban tewas akibat tertembak peluru aparat saat membubarkan demo di Jalan Trans Sulawesi di Desa Siney, Kecamatan Tinombo Selatan.
Korban tewas tertembak diketahui atas nama Erfaldi (21), warga Desa Tanda, Kecamatan Tinombo Selatan.
Kapolda Sulteng Irjen Pol Rudy Sufhariadi mengatakan pihaknya akan melakukan investigasi terhadap korban tertembak saat polisi membubarkan unjuk rasa penolakan kegiatan tambang emas PT Trio Kencana.
"Kami menyayangkan insiden ini. Namun kami bekerja profesional, siapa pun bersalah akan kami hukum sesuai aturan" kata Rudy dalam konferensi pers di Polres Parigi Moutong.
Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Suteng mendesak Kapolri untuk menarik seluruh aparat kepolisian dari lokasi dan memproses hukum aparat kepolisian terduga pelaku penembakan korban.
"Segera memproses hukum Kapolres Parigi Moutong yang gagal mencegah terjadinya korban tewas dalam penanganan aksi massa," demikian bunyi tuntutannya.
Awalnya, sebagian warga ini berunjuk rasa pada 7 Februari menuntut Gubernur Rusdy Mastura mencabut izin tambang PT Trio Kencana.
Rusdy, melalui Tenaga Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan Antar Lembaga dan HAM, Ridha Saleh, berjanji untuk menemui massa aksi.
Sehingga, massa kembali menggelar aksi pada 12 Februari, sejak pagi hingga malam hari.
Tapi Rusdy tak kunjung datang dan massa pun memblokir jalan di Desa Siney, Kecamatan Tinombo Selatan.
Warga pun dibubarkan paksa aparat sehingga terjadi dugaan penembakan ini.
***