SuaraPantura.com - Polemik Desa Wadas kini mulai redup seiring penarikan aparat dari desa tersebut.
Namun warga kini mulai resah sebab merasa terus diawasi daru udara.
Diketahui, Drone intens berpatroli mengitari Desa Wadas. Hal ini diketahui dari keterangan Gerakan Masyarakat Peduli Alam Desa Wadas (Gempadewa), 3 hari yang lalu 12 Februari 2022 melalui media sosialnya.
Menurut Gempadewa, tidak ada wartawan maupun mefia yang menerbangkan Drone disana.
" Drone juga sejak pagi mengitari desa Wadas. Setelah di konfirmasi ke beberapa media dan wartawan, tidak ada media atau wartawan yang menerbangkan drone." Ungkap Gempadewa melalui akun media sosialnya.
Gempadewa menambahkan, dengan adanya drone yang diterbangkan di lingkungan desa mereka, kini mereka merasa hidup dalam kondisi diawasi dan tidak aman.
" Dengan adanya aparat yang kemarin melakukan kekerasan terhadap kami dan dengan drone-drone yang diterbangkan diatas desa kami, membuat kami merasa hidup dalam kondisi yang diawasi dan tidak aman." Tulis Gempadewa.
Menurut Gempadewa,masyarakat butuh dukungan agar dapat hidup dengan aman.
" Kami butuh bantuan dan dukungan dari kawan-kawan agar warga dapat hidup dalam kondisi aman dan butuh bantuan kawan-kawan untuk menekan aparat agar segera keluar dari Wadas." Tambah Gempadewa.
***