SuaraPantura.com - Data perkembangan Covid 19 baru-baru ini dikabarkan meningkat. Suasana ini membuat masyarakat mempersiapkan diri dan antisipasi.
Selain mematuhi protokol kesehatan yang ketat, penggunaan obat-obatan maupun vitamin pun seringkali disarankan.
Terkait penggunaan obat, secara khusus Wasekjen Pimpinan Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PPIAI) Apt. Lilik Yusuf Indrajaya SE.,SSi.,MBA. menghimbau masyarakat agar mewaspadai obat-obatan yang beresiko terhadap ginjal.
"Obat-obat itu ada yang bersifat nefrotoksik, nefrotoksik itu artinya mengganggu ginjal. Nah dari penelitian-penelitian yang ada, hampir semua obat-obatan anti rasa sakit, anti reumatik, dan obat yang lain juga akan bersifat nefrotoksik. " Ungkap Yusuf.
Yusuf menambahkan, masyarakat agar waspada dalam memilih Obat-obatan yang akan dikonsumsi, jangan beli sembarangan.
" Pilih obat-obatan dari penyedia yang berlisensi seperti apotek dan toko obat lain yang distributornya jelas resmi. Kalau di bidang medis tentu itu sudah lebih jelas kandungannya apa, sifatnya apa karena sudah berdasarkan penelitian yang panjang, jadi akan bisa dikontrol " jelas Yusuf.
Menurut Yusuf, Obat obatan yang didapatkan diapotek diserahkan oleh sumber daya manusia yang memang memahami tentang obat obatan.
Disana juga ada apoteker yang melaksanakan praktek kefarmasian dan membantu masyarakat agar dapat mengkonsumsi obat dengan benar, baik penyimpanan, cara penggunaan dan cara membuang obat agar tidak disalah gunakan pihak yg tidak bertanggung jawab.
" Jangan sampai dengan pola mengkonsumsi obat yang tidak benar, malah masyarakat menjadi lebih sakit. Maka temuilah apoteker di apotek untuk mendapatkan penjelasan dengan baik" Ujar Yusuf.
***