SuaraPantura.com - Darmanto (34) pelaku penusukan Ketua MUI Pesanggaran, Banyuwangi KH Affandi Musyafa mengaku tak sadar saat melakukan penusukan.
Kejadian penusukan Ketua MUI Pesanggaran KH Affandi Musyafa terjadi pada Kamis 17 Februari 2022 sore.
Sebelum melakukan penusukan pada Ketua MUI Pesanggaran KH Affandi Musyafa, Darmanto diketahui minta diobati karena merasakan dakit diperutnya.
Saat sedang diobati itulah Darmanto kemudian menusuk KH Affandi Musyafa yang menjadi guru di Ponpes Al Hidayah tempat Darmanto nyantri.
Mengaku tidak sadar
Darmanto sendiri mengaku tidak sadar saat melakukan penusukan. Menurutnya tidak mungkin secara sadar ia melakukannya, terlebih ia menumpang di Ponpes Al Hidayah bersama dua anaknya.
Hal tersebut diungkapkan Darmanto saat dimintai keterangan setelah melakukan penusukan.
"Memang kita kayak dikendalikan orang, nggak sadar nian itu, Pak," ucap Darmanto pada polisi.
Tak terima ditegur
Dari keterangan yang diperoleh Ketua MUI Banyuwangi, sebelumnya Darmanto sempat ditegur oleh KH Affandi Musyafa karena duduk-duduk di sekitar asrama putri.
Menurutnya hal tersebut diduga menjadi penyebab Darmanto melakukan penusukan.
"Mungkin ia marah dan tidak terima," ujar Ketua MUI Banyuwangi.
Polisi masih mendalami motif penusukan Ketua MUI Pesanggaran KH Affandi Musyafa.
Dari keterangan pelaku, Darmanto sebelumnya telah membawa belati yang digunakan untuk melakukan penusukan.
Akibat penusukan tersebut, Ketua MUI Pesanggaran mengalami luka sobek di pinggang dan rahangnya.