SuaraPantura.com - Kementerian Perdagangan RI menyebut penyebab kenaikan harga kedelai karena adanya masalah di negara importir.
Seperyi diketahui, bahwa konaumai kedelai kita kebanyakan mengimpor dari Amerika Serikat.
Kini Amerika dikabarkan tengah terjadi cuaca buruk disana yang menjadi salah satu penyebab tersendatnya suplay ke Indonesia.
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menjelaskan selain persoalan tersebut di atas juga adanya konsumsi kedelai di China yang masuk ke peternakan Babi.
"Di China awalnya peternakan babi yang tadinya tak makan kedelai. Sekarang makan kedelai," kata Lutfi.
Sebelumnya, Akibat harga kedelai melambung tinggi, para pengrajin tahu dan tempe se Pulau Jawa dikabarkan akan melakukan mogok produksi mulai hari ini, Senin 21 Februari 2022 hingga Rabu 23 Februari 2022.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo) Aip Syaifuddin.
Dirinya mengatakan, tadinya aksi mogok tersebut semula hanya dilakukan oleh perajin di Jabodetabek dan Jawa Barat saja.
Namun ternyata aksi mogok tersebut juga akan diikuti secara sukarela oleh perajin di Banten, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur.
"Rencananya 21, 22, 23 Februari," kata Aip
Ketua Gakoptindo tersebut menjelaskan bahwa aksi mogok ini merupakan respon para produsen tahu dan tempe terhadap mahalnya harga kedelai hari ini.
Sebab harga kedelai di pasaran sekarang naik drastis menjadi 11.000, sebelumnya hanya 9.000.
Ia juga menjelaskan aksi ini tidak akan diikuti dengan aksi demontrasi. Para produsen hanya melakukan aksi mogok produksi.
Jika pemerintah tak kunjung mengabulkan tuntutan para produsen, mereka terpaksa akan menaikkan harga tahu dan tempe di pasaran.
***