SuaraPantura.com - Ketua umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Haris Pertama dikeroyok oleh beberapa orang sehingga mengalami luka.
Ternyata yang mengeroyok Haris Pertama adalah sekelompok Dept Collector, namun Haris mengaku tak memiliki urusan hutang piutang.
"Saya bukan orang yang suka ngutang," ujar Haris pada Rabu 23 Februati 2022.
Haris pun menduga bahwa ada pihak yang memang sengaja betniat membuat dirinya celaka.
Haris juga berharap penyidik tak sekadar menangkap pelaku pengeroyokan terhadapnya. Melainkan, turut mengungkap dalang di balik kasus ini.
Sebab, dia meyakini pelaku pengeroyokan terhadapnya hanyalah orang suruhan. Apalagi, kata Haris, dia tak kenal dan tak punya masalah dengan pelaku pengeroyokan tersebut.
" Saya tidak pernah punya masalah dengan orang-orang tersebut. Saya yakin ada dalang di belakang permasalahan ini. Saya yakin orang orang ini hanya dipergunakan oleh seseorang untuk menghabisi saya," pungkasnya.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat menyebut para tersangka pengeroyokan diberi upah atau imbalan Rp 1 juta per orang.
Tapi Tubagus tak tahu secara pasti total nominal yang dijanjikan terhadap eksekutor.
Iya benar, dibayar Rp 1 juta per orang," ujar Tubagus kata Tubagus saat dikonfirmasi awak media
Saat ini ketiga pelaku yang telah ditangkap masih menjalani pemeriksaan secara intensif.
Dua pelaku utama berisnial MS alias Bram dan JT alias Johar dan satu pelaku lain adalah SS. Adapun pelaku lain yakni Harfi dan Irwan masih dalam proses pengejaran polisi atau masuk daftar pencarian orang (DPO).
***