Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

PT KSI Bersama BKSDA Sumbar dan Kalaweit Lepasliarkan Empat Siamang

Andri Susanto•
Nasional

SuaraPantura.com - PT Kencana Sawit Indonesia (KSI), Grup Wilmar bersama Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Sumatera Barat dan Yayasan Kalaweit Indonesia melepasliarkan empat Siamang.

Pelepasliaran Siamang yang bernama latin Symphalangus syndactylus ini dilakukan di area bernilai konservasi tinggi (high conservation value) atau HVC yang terletak di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat pada Selasa, 22 Februari lalu.

Keempat Siamang yang dilepasliarkan tersebut diberi nama Napoleon, Ita, Amin, dan Kajol. Sebelumnya, mereka terlebih dahulu direhabilitasi di Lembaga Konservasi Khusus Pusat Rehabilitasi Satwa Kalaweit Sumatra Supayang.

Menjelang pelepasliaran, keempatnya dihabituasi selama tiga bulan untuk menjaga sifat liarnya. Pelepasliaran ini dilakukan setelah Siamang menjalani masa pengenalan habitat selama tiga bulan di kandang habituasi.

KPK Geledah Djarum, Kasus Cukai Membesar: Di Tengah Rumor Haji Isam dan Masa Depan BCA
Baca Juga · Nasional
KPK Geledah Djarum, Kasus Cukai Membesar: Di Tengah Rumor Haji Isam dan Masa Depan BCA

Kepala BKSDA Sumatera Barat Ardi Andono mengapresiasi upaya Pusat Rehabilitasi Satwa Kalaweit Sumatra Supayang dan PT KSI yang telah berperan aktif dalam pelestarian satwa liar di Sumatera Barat. Hal itu merupakan cerminan kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, lembaga swadaya masyarakat (NGO), pengusaha, peneliti, dan media.

"Kekayaan alam harus bersama kita jaga. Satwa liar adalah elemen dari keseimbangan rantai makanan," ujar Ardi.

Pelepasliaran Siamang ini berlokasi di Bukit Tengah Pulau dan Bukit Salo seluas 800 hektar (ha) yang dikelola PT KSI. Saat ini, terdapat enam pasang atau 12 individu Siamang yang berhasil dilepasliarkan dan beradaptasi di kedua lokasi tersebut.

Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding
Baca Juga · Nasional
Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding

Keberhasilan pelepasliaran itu ditandai dengan kemampuan satwa beranak secara alami dan telah lahir lima individu baru. Mereka dinamakan Kino Junior, Jaka, Nando, Heppy, dan Ardi. Total Siamang yang hidup liar di area HCV saat ini sebanyak 17 individu. Keberhasilan itu juga ditandai dengan tidak adanya konflik sesama satwa liar.

Indonesia Conservation Lead Wilmar Syahrial Anhar Harahap mengatakan, kerjasama tersebut tidak sebatas hanya menyediakan area HCV untuk konservasi, melainkan juga terdapat kegiatan lain, seperti sosialisasi kepada masyarakat dan pihak-pihak terkait lainnya.

“Kerjasama ini bertujuan melestarikan dan mengembalikan Siamang ke alam,” kata Anhar.

BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan
Baca Juga · Nasional
BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan

PT KSI bersama beberapa pihak, seperti BKSDA, NGO, dan perguruan tinggi juga memonitor keberhasilan adaptasi Siamang di area HCV.

Area HCV PT KSI saat ini seluas 1.700 ha, dan sekitar 800 ha diantaranya digunakan sebagai lokasi konservasi siamang yang bekerjasama dengan BKSDA Sumatera Barat dan Yayasan Kalaweit.***

Tags:
#bksda#sumatera barat#solok selatan#siamang#pt kencana sawit indonesia#yayasan kalaweit indonesia
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…