SuaraPantura.com - Ramai polemik pernyataan Menag Yaqut atau Gus Yaqut yang seolah menganalogikan suara azan dengan suara anjing.
Tenaga Ahli Utama KSP Ali Mochtar Ngabalin memberikan pembelaan untuk Menag Yaqut.
Menurut Ngabalin tidak mungkin Menag Yaqut berniat mencederai.
"Jangan ada yang memelintir ini barang. Coba dengar dia punya pernyataan. Jangan ada yang memfitnah dan mencederai Menteri Agama Gus Yaqut, jangan. Itu orang baik, itu anak kiai, itu orang soleh, taat beribadah, tidak mungkin dia punya niat mencederai itu," ucap Ngabalin.
Pernyataan Ngabalin pada frasa "itu anak kiai" membuat netizen di linimasa Twitter tiba-tiba ramai dengan tagar Nabi Nuh.
Menurut netizen pernyataan Ngabalin yang mengatakan Gus Yaqut anak seorang kiai dan tidak mungkin mencederai kemudian dianalogikan dengan Kan'an anak Nabi Nuh.
"So What gitu kalo doi anak ulama. Anak Nabi Nuh pun bisa mengkufuri kenabian bapaknya," ucap akun @Ayang_*****.
"Terus terang saya ga paham ada orang yang terlahir sebagai anak kyai & besar di ponpes, tapi ga cinta kumandang azan," tutur @ferizan***.
Beberapa akun twitter juga dengan nada keras mengecam pernyataan Ali Mochtar Ngabalin.
"Kalo anak ulama emang kenapa?! Bangsat ya bangsat, semua sesuai kelakuannya. Kan'an anak Nabi Nuh aja Ahli Neraka," kata @budiwi*****.
"Kan'an itu anak Nabi Nuh AS. Dan Allah binasakan. Apalagi Pak Yakut dan pak Ngabalin, sangat mungkin menyeleweng dari aturan Allah," ucap @IbrahimA*****.
Saat berita ini dibuat tagar Nabi Nuh berada di posisi trending ke dua setelah tagar Ukaraina.
Meski sudah melakukan klarifikasi, pernyataan Menag Yaqut yang seolah menganalogikan suara azan dan suara anjing atau gonggongan anjing sempat dilaporkan oleh Roy Suryo, namun laporan ini ditolak.
Saat ini GP Ansor yang akan berbalik melaporkan Roy Suryo kepada pihak polisi.
Polemik pernyataan Menag Yaqut berkaitan dengan Surat Edaran nomor 05 Tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Suara di Masjid dan Musala yang ditandatangani pada tanggal 18 Februari 2022 lalu.