SuaraPantura.com - Banjir merendam enam kecamatan di Kota Serang.
Hal ini ditengarai karena hujan lebat yang terjadi dari malam hingga pagi pada 1 Maret 2022.
Besarnya banjir dan dampaknya yang meluas membuat simpati Warganet twitter sehingga menggema hastag #prayforserang di Twitter.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang, mencatat total ada empat kecamatan, dari enam kecamatan yang berada di Kota Serang terendam banjir.
Selain curah hujan yang tinggi, banjir yang terjadi ini juga disebabkan akibat meluapnya sejumlah sungai yang berada di area Kota Serang.
"Dari enam kecamatan yang ada di Kota Serang, empat kecamatan yang paling parah terdampak banjir," kata Kepala BPBD Kota Serang, Diat Hermawan.
Dari data BPBD Kota Serang, terdapat 10 titik perumahan atau pemukiman warga yang terbilang kategori paling parah terkena dampak banjir ini.
Sedangkan, dari data sementara di BPBD Kota Serang, ada dua orang korban meninggal dunia akibat terkena longsoran, dan satu orang tersengat listrik.
Adapun lokasi paling parah terkena banjir yakni di Perumahan Padma Raya Jln KH Jamhari, dan Kaujon Buah Gede Kelurahan Serang Kecamatan Serang Kota Serang.
Ketinggian air mencapai lima meter lebih di wilayah Kaujon, Kelurahan Serang, Kecamatan Serang, Kota Serang paling terdampak banjir.
Terutama di lingkungan Kaloran Kidul, Perumahan Padma Raya, Kelurahan Serang, sekitar 100 rumah warga terdampak dan lumpuh total akibat banjir.
Wali Kota Serang Syafrudin mengatakan, banjir di Kota Serang secara keseluruhan terdapat di 22 titik.
Namun yang paling parah berada di lingkungan Kaujon, Kelurahan Serang.
Ada 100 rumah di komplek perumahan Padma Raya. Banjirnya sampai lima meter lebih," katanya usai meninjau lokasi banjir di Perumahan Padma Raya, Kota Serang
Dia mengungkapkan, penyebab banjir di Perumahan Padma Raya dan wilayah Kaujon diakibatkan karena berdekatan dengan aliran sungai Cibanten.
"Penyebabnya adalah karena letaknya (Padma Raya) berada di belakang kali. Jadi luapan kali Cibanten itu ke sini," ujarnya.
***