SuaraPantura.com - Dalam rangka menghadapi invasi Rusia ke Negaranya, kini Ukraina membuat program baru yang bernama Legiun Internasional Pertahanan Teritorial Ukraina
Program ini yakni membuka peluang relawan dari luar untuk menjadi tentara Ukraina. Program inj menghilangkan permintaan visa untuk para relawan yang ingin bergabung ke medan perang dan membantu Ukraina dalam perang melawan Rusia.
Selain program relawan yang diadakan pemerintah Ukraina, perang Rusia dan Ukraina ini turut melibatkan sejumlah tentara bayaran.
Pada pekan ini, sebuah iklan pekerjaan muncul di situs Silent Professionals, sebuah situs web untuk pekerjaan bidang pertahanan dan keamanan.
Iklan ini mencari beberapa tentara bayaran untuk melakukan operasi evakuasi individu dan keluarga di seluruh pedesaan dan kota-kota besar Ukraina.
"Pemberi kerja adalah perusahaan yang berbasis di AS. Baik agen pria dan wanita dipersilakan untuk melamar," tulis iklan tersebut.
"Hanya kandidat yang sangat berpengalaman yang memiliki setidaknya lebih dari lima tahun pengalaman militer di wilayah Eropa yang akan dipertimbangkan untuk pekerjaan ini," tambahnya.
Imbalan yang diberikan untuk pekerjaan tersebut cukup menggiurkan, berkisar dari adalah US$1.000 hingga US$2.000 atau sekitar Rp14,3 juta hingga Rp28,6 juta per hari. Imbalan dan bonus untuk pekerjaan ini akan diberikan setelah operasi selesai.
Lebih lanjut, otoritas Ukraina menyebut saat ini sudah ada 16 ribu relawan yang bergabung dan membantu negaranya di medan perang.
Meski demikian, Ukraina membantah negaranya mempekerjakan tentara bayaran swasta, dan menyebut negaranya hanya menerima relawan.
***