SuaraPantura.com - Anggota Komisi IX DPR RI Nur Nadlifah membenarkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap vaksinasi dosis ketiga atau booster masih rendah.
Nadlifah mengatakan masyarakat sekarang sudah menganggap bahwa kini sudah tidak pandemi lagi
“Di samping pilih-pilih vaksin, masyarakat menganggap bahwa sekarang sudah tidak pandemi lagi. " Ungkapnya
Nur Nadlifah juga menambahkan bahwa masyarakat sudah mrnganggap Omicron seperti flu biasa.
" Hadirnya varian Omricon dengan gejala yang ringan menjadikan masyarakat menganggap bahwa varian Omricon ini sebagai penyakit yang biasa saja dan memang sedang musim batuk/pilek,” tambahnya.
Nur Nadlifah menjelaskan, dengan adanya anggapan di masyarakat bahwa saat ini pandemi sudah selesai, hal tersebut menyebabkan masyarakat lebih memilih untuk mendapatkan vaksin yang halal.
“Masyarakat meminta pemerintah menyediakan vaksin halal untuk menjadi pilihan, karena itu sudah ada sertifikasinya. Kalau kondisi darurat tidak ada sertifikasi halal tidak apa-apa, tetapi bagi sebagian masyarakat saat ini sudah tidak darurat lagi sehingga harus ada vaksin bersertifikasi halal,” ujarnya.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga mengungkapkan alasan lain mengapa masyarakat masih enggan mendapatkan vaksinasi booster karena vaksin booster yang disediakan oleh pemerintah dirasa memiliki efek samping yang lebih dibanding vaksin yang sebelumnya. Hal tersebut yang menyebabkan masyarakat enggan untuk mendapatkan vaksinasi booster.