Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Soal Perang Rusia Vs Ukraina, ini Alasan Presiden AAYG Mendukung Rusia

Andri Susanto•
Nasional

SuaraPantura.com - Pelantikan Pengurus Pemuda Asia Afrika (Asian African Youth Government-AAYG) periode 2021-2026 telah diselenggarakan di Gedung MPR RI, Jakarta, pada Jum'at 11 Maret 2022.

Natalia Linovitskaya, Sekretaris Politik Kedutaan Besar Federasi Rusia untuk Indonesia, menilai bahwa Saddam Al-Jihad sosok yang tepat dalam kepemimpinannya sehingga mampu melakukan yang terbaik kepada generasi di masa depan. Ia berharap Pemuda Asia Afrika dibawah kepemimpinan Saddam dapat berkerjasama dengan Rusia.

"Selamat dan sukses kepada AAYG, dan kami menyambut baik tujuan AAYG untuk berkolaborasi dan saling mendukung kedepannya termasuk soal pendidikan dan membahas isu-isu strategis. Kami menunggu kunjungan presiden AAYG ke kedubes Rusia," tuturnya.

Disamping itu, Duta Besar Pakistan Muhammad Hassan mengungkap ada 17 tujuan SDG's (Sustainable Development Goals). Menurutnya, itu dapat tercapai jika generasi muda sepenuhnya siap untuk melakukannya.

Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo juga mengucapkan selamat kepada Saddam Al-Jihad atas pelantikan kepengurusan Asia Afrika 2021-2026. Pria yang akrab disapa Bamsoet itu berharap spirit Dasasila Bandung akan menjiwai semangat juang Pemuda Asia-Afrika.

Suami Meninggal, Klaim Asuransi KPR 4 Tahun Tak Tuntas: BTN Malah Tagih Denda Rp10 Juta kepada Ahli Waris!
Baca Juga · Nasional
Suami Meninggal, Klaim Asuransi KPR 4 Tahun Tak Tuntas: BTN Malah Tagih Denda Rp10 Juta kepada Ahli Waris!

"Pelantikan pengurusan organisasi Pemuda Asia-Afrika 2021-2026 saya ucapkan selamat kepada Saddam Al-Jihad, semoga spirit Dasasila Bandung terus menjiwai semangat juang segenap Pemuda Asia-Afrika dalam mewujudkan keadilan sosial, kesetaraan, dan perdamaian abadi," ungkap Bamsoet.

Saddam Al Jihad, Presiden Asia Afrika, mengucapkan terimakasih dan apresiasi sebesar-sebesarnya kepada Kementerian Luar Negeri RI, Ketua MPR RI dan Duta-Duta Besar Negara sahabat Indonesia yang hadir serta berbagai pihak.

Saddam menegaskan bahwa akan melakukan yang terbaik pada masa jabatannya dan menjadikan prinsip Dasasila Bandung sebagai pondasi AAYG.

"Kami berkomitmen menjadikan Dasasila Bandung sebagai dasar untuk menguatkan gerakan dan program yang diusung AAYG selama 5 tahun kedepan termasuk menghormati kedaulatan dan integritas teritorial semua bangsa," ujar Saddam.

RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Senjata Kekuasaan? Advokat Bongkar Pasal Rawan dan Celah Penyalahgunaan Wewenang
Baca Juga · Nasional
RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Senjata Kekuasaan? Advokat Bongkar Pasal Rawan dan Celah Penyalahgunaan Wewenang

Disisi lain, melalui soft diplomasi, Saddam juga meyakini bisa membangun komunikasi satu sama lain antar Negara Asia Afrika untuk em. Kemudian, kedepannya Saddam akan melakukan perancangan program kerja selama 5 tahun kedepan.

"Kita melalui pintu diplomasi, kita bisa berkomunikasi satu sama lain dengan Indonesia bahkan bisa membuka jalur jalur komunikasi diplomasi lain," papar Saddam.

"Kemudian akan ada perencanaan atau rancangan yang akan dilakukan 18 Maret - 20 Maret kita akan melakukan perancangan program kerja kepada 20 kementerian dan 3 coordinating Minister jadi ada banyak program yang akan kita lakukan untuk 5 tahun kedepan," tambahnya.

Saddam juga membahas perang Rusia dan Ukraina. Ia mengatakan bahwa AAYG mendorong Federasi Rusia untuk mengedepankan nilai-nilai kemanusian dalam meneyelesaikan konflik.

KPK Geledah Djarum, Kasus Cukai Membesar: Di Tengah Rumor Haji Isam dan Masa Depan BCA
Baca Juga · Nasional
KPK Geledah Djarum, Kasus Cukai Membesar: Di Tengah Rumor Haji Isam dan Masa Depan BCA

"Rusia dan Ukraina kita harapkan untuk segera menemukan resolusi konflik atau setidaknya disepakati gencatan senjata. Kedua negara mesti mengedepankan nilai-nilai kemanisian dalam resolusi. Namun, kami memahami alasan Rusia dalam kasus ini dan kamipun mendukung Rusia," pungkasnya.

Adapun yang hadir dalam pelantikan, diantaranya Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Direktur Diplomasi Publik Kemenlu RI Yusron B Ambari, Sekretaris Politik Kedutaan Besar Federasi Rusia untuk Indonesia Natalia Linovitskaya, dan Konsul Duta Besar Arab Saudi Abdullah Al-Mutairry.

Selain itu, hadir juga Duta Besar Pakistan Muhammad Hassan, Duta Besar Kuwait Abdul Wahab Abdullah Al Segar, Duta Besar Algeria Lahcene Kaid Slimane, Duta Besar Maroko Ouadia Benabdellah, dan Minister Counsellor Kedutaan Besar Nigeria di Indonesia Chidiogo Obiageli Okeke.***

Tags:
#rusia#bambang soesatyo#mpr ri#ukraina#aayg#saddam al jihad
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…