SuaraPantura.com - Pasukan Rusia dikabarkan telah menemukan 30 laboratoriun biologi militer yang ada di Ukraina.
Laboratorium biologis tersebut diduga ditugaskan dan didanai oleh Amerika Serikat.
Kepala Pasukan Perlindungan Nuklir, Biologi, dan Kimia Angkatan Bersenjata Rusia mengungkapkan, laboratorium di Lvov melakukan pekerjaan dengan agen infeksi wabah, antraks, dan brucellosis, sementara laboratorium di Kharkov dan Poltava bekerja dengan agen infeksius, difteri, salmonellosis, dan disentri.
Disebutkan, jaringan terdiri dari sekitar 30 laboratorium biologi dibentuk di Ukraina, dengan kegiatan yang ditugaskan oleh Kementerian Pertahanan AS.
Hal tersebut telah diungkapkan oleh Kementerian Pertahanan Rusia.
Letnan Jenderal Igor Kirillov, kepala Pasukan Perlindungan Nuklir, Biologi, dan Kimia Angkatan Bersenjata Rusia, menyatakan 30 laboratorium yang ditemukan itu didirikan Ukraina dan bekerjasama dengan militer AS.
"Sebanyak 30 laboratorium biologi telah didirikan oleh Ukraina yang secara aktif bekerja sama dengan militer AS," ungkap Letnan Jenderal Igor Kirillov.
Kirillov juga mengatakan bahwa berbagai macam dan jumlah agen biologis yang berlebihan menunjukkan bahwa pekerjaan yang dilakukkan di laboratorium ini telah menjadi bagian dari beberapa program biologis militer.
Sementara Juru bicara kementerian luar negeri Rusia yaitu Maria Zakharova menekankan agar dalam waktu singkat.
Kementerian pertahanan Amerika Serikat dan pemerintahan presiden Amerika Serikat berkewajiban untuk menginformasikan kepada masyarakat internasional secara resmi program-program militer biologis mereka yang dilaksanakan di Ukraina.
***