SuaraPantura.com - Warga net tengah dihebohkan terkait ucapan Luhut soal big data di Podcast Dedy Corbuzier.
Big data tersebut mengarah pada data yang beredar di internet. Ia mengklaim penundaan pemilu mendapat persetujuan sebanyak 110 juta.
Mendengar hal itu, berbagai respon pun bermunculan di twitter
Salah satunya dari akun @berlianidris Sabtu, 12 Maret 2022.
"Big data big data, kayak bener aja boomer. Masang virtual background Zoom aja minta tolong cucu." Ujarnya.
Akun tersebut juga membubuhkan tagar #TolakPenundaanPemilu.
"Bansos aja nyasar pake ngomongin big data" Kata @uwakkaw
"Big data covid belum beres, masa klaim big data medsos" Kata @dadiriadi1
"Jumlah Rakyat mengantri minyak goreng didata gak ya?." Kata @edwinwong47
"Kelakuan pejabat sekarang, ngomong duluan mikir baru belakangan." Kata @MSyam_ilwa
Ditengah ramainya menyoal Big Data, spekulasi juga berkembang liar di Twitter.
"semua orang boleh jadi apa aja, asal jangan jadi presiden, soalnya ini mah pengen lanjut 3 periode." Kata @bangwahyuya
"Sptnya LBP yang pengin naik jika pemilu ditunda utk meneruskan masa jabatan presiden yang telah habiss. Krn dalam Konstitusi hanya 3 menteri yang berhak menjabat presiden. tapi kabinet sudah demisioner, jadi tidak mungkin menjabat." Kata @pakamkalam
Meski begitu, Luhut Binsar Panjaitan sampai saat ini belum menanggapi soal Big Data yang tengah ramai diperbincangkan oleh Netizen tersebut.
***