Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Pulihkan Ekonomi Usai Pandemi, B2P3 lepas 30 Pekerja Migran ke Luar Negeri

Dedy Agustyan•
Nasional

SuaraPantura.com - Badan Buruh dan Pekerja Pemuda Pancasila (B2P3) bersama Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), PT Diyavi Manpower melepas 30 Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Bandara Soetta, Rabu 9 Frmebruari 2022.

Hal itu dilakukan, sebagai upaya membantu pemerintah dalam mempercepat pemulihan ekonomi. Terutama membantu warga yang menjadi korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak akibat Pendemi Corona maupun mereka yang memang para pencari kerja baru.

Seperti halnya yang dilakukan terhadap ke 30 PMI yang akan bekerja di perusahaan manufaktur di Taiwan tersebut.

“Alhamduillah, kami kembali melepas 30 PMI ke Taiwan setelah sebelum mereka kami berikan bimbingan di Job Info B2P3 kami di banyak daerah,” ujar Ketua B2P3 Jamaludin Suryahadikusuma dihubungi, Minggu 12 Februari 2022.

KPK Geledah Djarum, Kasus Cukai Membesar: Di Tengah Rumor Haji Isam dan Masa Depan BCA
Baca Juga · Nasional
KPK Geledah Djarum, Kasus Cukai Membesar: Di Tengah Rumor Haji Isam dan Masa Depan BCA

Ketua Umum B2P3 yang didampingi Wakil Ketua, Zulfikri D. Jacub dan Wakil Sekjen Hengky Wijaya dan anggota Joe Bugis ini menjelaskan, peluang kerja luar negeri merupakan pilihan yang rasional dan cepat untuk pemulihan ekonomi nasional. Dampak 2 tahun pendemi telah menyebabkan lesunya ekonomi dan maraknya pengangguran nasional.

Pihaknya mengaku terpanggil dan berupaya membantu pemerintah, bahkan terus mencarikan peluang kerja di luar negeri untuk para pencari kerja (pencaker). Seperti diketahui, selama 3 bulan belakangan ini, B2P3 giat membuka Pusat Informasi Pelatihan Kerja dan layanan bantuan hukum pekerja (Job Info B2P3) dalam dan luar negeri.

"Para Pencaker ini dilayani di job info B2P3 yang tersebar di Pulau Jawa dan sebagian Sumatera," ungkapnya.

Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding
Baca Juga · Nasional
Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding

Jamal menyebut, selama di Job Info B2P3, mereka diberikan layanan tentang access to justice, literasi keuangan,  kontrak kerja, bahaya pergaulan bebas dan pemanfaatan gaji secara produktif.

“Kami akan terus mengawal PMI ini agar kelak ketika mereka pulang kontrak kerja nanti mereka bisa membuka usaha di kampung halamannya masing-masing,” harapnya.

Jamal menambahkan, sejak keberangkatan 50 PMI bulan lalu dan pemberangkatan kali ini yang berjumlah 30 PMI ini, kesemua sudah menjadi anggota Serikat Pekerja Federasi Organisasi Buruh Migran (Formigran) Indonesia. Ini berarti, jika kelak ada permasalahan di negara penempatan, Formigran Indonesia akan pro aktif untuk membantu menyelesaikannya.

BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan
Baca Juga · Nasional
BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan

“Kami juga mendorong agar para PMI yang berangkat ke negara penempatan itu ikut menjadi anggota serikat pekerja setempat. Karena dengan menjadi anggota union, mereka akan lebih melek akan hak-hak pekerja,” gugahnya.

Terkait gaji yang akan diterima, Jamal membeberkan, untuk gaji di sector manufaktur ini mereka akan menerima gaji per bulan sekitar 25 Ribu NT atau setara dengan Rp12.5 juta lebih.

Selama di hotel transit di Bandara hingga pelepasan, Jamal menuturkan, puluhan PMI ini tetap mengikuti protokol kesehatan ketat. Bahkan, selama 3 hari mereka tidak boleh ketemu dengan siapapun tidak boleh memesan makanan dari luar. Karena, menurutnya, mereka harus menjaga jarak sesama PMI.
***

Tags:
#pekerja migran#b2p3
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…