SuaraPantura.com - PDIP dan Gerindra ternyata berada di peringkat bawah dari partai Golkar.
Hal ini dirilis dari hasil survey Laboratorium Suara Indonesia yang mengambil sampel 2.140 responden.
Hasil penelitian tersebut mengungkapkan preferensi masyarakat terhadap partai politik (Parpol) yang akan dipilih jika Pemilu digelar hari ini.
"Dari pertanyaan terbuka terhadap 2.140 responden dan hasilnya Partai Golkar menjadi partai yang paling banyak dipilih yakni sebanyak 19,1 persen," ujar Direktur Eksekutif Laboratorium Suara Indonesia, Albertus Dino kepada Wartawan, Minggu 13 Maret 2022.
Di urutan kedua bertengger partai pemenang pemilu tahun 2019 yakni PDI Perjuangan dengan perolehan elektabilitas 18,3 persen. Lalu di posisi ketiga Partai Gerindra dengan perolehan 18,1 persen.
"Di urutan keempat ada Nasdem dengan angka 7,2 persen, disusul PKS dengan 6,6 persen, dan PKB 5,2 persen," kata Albertus.
Selanjutnya Partai Demokrat meraih 4,2 persen, lalu Perindo 2,4 persen, diikuti PAN 1,9 persen, PRIMA 1,8 persen, PPP 1,4 persen, Partai Garuda 1,2 persen, PBB 1,1 persen, Partai Gelora 1,1 persen, PSI 1,1 Persen, Partai Hanura 0,8 persen, Partai Ummat 0,4 persen, dan Berkarya 0,1 persen. Sedangkan yang tidak tahu atau tidak menjawab 24,1 persen.
Sementara, ketika masyarakat ditanya dengan pertanyaan tertutup menggunakan kuesioner dengan pertanyaan yang sama, hasilnya Partai Golkar tetap menjadi partai yang paling banyak dipilih yaitu 19,1 persen, kemudian PDI Perjuangan dengan angka 18,3 persen, disusul Partai Gerindra sebanyak 18,1 persen, dan Nasdem 7,2 persen.
Di urutan selanjutnya ada PKS 6,6 persen, diikuti PKB 5,2 persen, lalu Demokrat 4,2 persen, Perindo 2,4 persen, PAN 1,9 persen, PRIMA 1,8 persen, PPP 1,4 persen, Partai Garuda 1,2 persen, PBB 1,1 persen, Partai Gelora 1,1 persen,PSI 1,1 Persen ,Partai Hanura 0,8 persen, Partai Ummat 0,4 persen, Berkarya 0,1 persen. Sedangkan yang tidak tahu atau tidak menjawab sebanyak 8,9 persen.
***