SuaraPantura.com – Perselisihan akibat pengeras suara atau toa terjadi antara seorang warga Pekanbaru dengan pengurus masjid.
Hal itu terjadi lantaran suara yang dihasilkan toa masjid tersebut mengganggu anaknya yang tengah sakit.
Karena anaknya butuh istirahat yang cukup, saudara R akhirnya memberanikan diri untuk protes ke pengurus masjid setempat.
Namun kesalahpahaman justru terjadi, sehingga perselihan pun tak terhindarkan. Massa seketika berkerumun dengan cepat.
Dilansir dari akun IG @memomedsos Jumat, 18 Maret 2022 pemicu perselisihan antara R dengan pengurus masjid di pekanbaru ini akibat pengeras suara tersebut mengarah langsung ke arah rumahnya.
Melihat anaknya sakit dan butuh istirahat yang cukup, R akhirnya mendatangi masjid tersebut.
Akan tetapi adu mulut justru terjadi dengan pengurus masjid.
Penyampaian R diduga tak bisa diterima oleh warga, sehingga kesalahpahaman ini membuat cek cok pun berkelanjutan. Keributan itu akhirnya mengundang massa datang, alhasil baru sebentar sudah banyak massa berkumpul.
Beruntung pertikaian itu tak menambah besar, polisi yang tengah berpatroli Yustisi segera tanggap melihat hal itu.
Mereka akhirnya diajak ke polsek setempat, untuk menyelesaikan masalah tersebut. Tak lama setelah mediasi langsung dengan Kapolsek, mereka akhirnya sepakat untuk berdamai.
Saksi dari perjanjian damai tersebut antara lain pengurus RT, dan Tokoh masyarakat setempat.
“Saudara R hanya meminta tolong agar pengeras suara tidak langsung mengarah ke rumah dia.” Kata kapolsek
“ini mengakibatkan anaknya yang berusia 3 tahun istirahatnya terganggu” lanjutnya.
Namun karena situasi sudah memanas, penyampaian R pun jadi tak bisa diterima warga.
Keributan yang terjadi pada Rabu, 16 Maret 2022 pukul 20.30 WIB tak berlarut larut terjadi. Beruntung pihak berwajib segera melakukan mediasi permasalahan tersebut.
Mereka akhirnya bersepakat untuk damai, dan melakukan hubungan yang harmonis kedepannya.
***