SuaraPantura.com - Viral rekaman video investigasi yang mengungkapkan ulah salah satu pengrajin tempe yang tega mencampur bahan pembuatan tempe dengan bubur kertas karena kedelai sedang mahal.
Video yang viral dibagikan pada Jum'at, 28 Maret tersebut tampak pengrajin yang merebus kertas hingga menjadi bubur, kemudian mencampurkannya bersama kedelai yang sudah disiapkan untuk membuat tempe.
Tempe merupakan makanan lokal yang sangat terkenal di Indonesia. Selain mudah ditemukan dan harganya juga terjangkau, makanan yang terbuat dari kacang kedelai ini juga bergizi tinggi sehingga punya banyak manfaat bagi tubuh.
Dilansir dari Holodoc, Kandungan gizi dalam 100 gram tempe yakni :
1. Energi: 150 kal
2. Protein: 14 gram
3. Lemak: 7,7 gram
4. Karbohidrat: 9,1 gram
5. Serat : 1,4 gram
6. Kalsium: 517 mg
7. Natrium: 7 mg
8. Fosfor: 202 mg
Namun apa jadinya jika makanan yang seharusnya mampu memberi manfaat bagi tubuh ini justru dioplos dengan bubur kertas?.
Bahaya Kertas yang Masuk Dalam Tubuh
Berdasarkan riset yang dilakukan LIPI, jumlah bakteri yang terkandung dalam kertas pangan yang terbuat dari kertas daur ulang adalah sekitar 1,5 juta koloni per gram, sedangkan rata-rata kertas nasi yang umum digunakan beratnya 70-100 gram.
Artinya, ada 105 juta-150 juta bakteri yang terdapat di kertas tersebut.
Dampak yang ditimbulkan bisa beragam, mulai dari sakit perut atau diare, kanker, kerusakan hati, kerusakan kelenjar getah bening, risiko asma, hingga gangguan vitalitas bagi laki-laki dan mutasi gen.
Ngeri kan? Bubur kertas tadi yang dicampurkan dalam adonan tempe dan dikonsumsi oleh manusia, ternyata memberikan dampak yang sangat serius bagi kesehatan.
***