SuaraPantura.com - Fenomena Pawang Hujan kini menjadi buah bibir di masyarakat sejak muncul secara terbuka di SirkuitbInternasional Mandalika.
Aksi Rara, sosok pawang hujan yang menjadi buah bibir masyarakat itu memicu pro kontra.
Berikut biografi Rara, sang oawang hujan di mandalika :
Nama: Rara Istiati Wulandari
Panggilan: Rara, Mbak Rara
Tempat dan Tanggal Lahir: Papua, 22 Oktober 1983
Akun Instagram: @rara_cahayatarotindigo
Website: indigocahayatarotra2iw.com
Facebook : Cahaya Tarot
Agama : Islam
Upaya rara melakukan usaha memanipulasi cuaca pun menjadi sorotan.
Srbenarnya tak ada yang salah, srmua dikembalikan pada kepercayaannya masing-masing.
Pawang Hujan dalam Islam
Menghentikan hujan atau mengalihkannya ke tempat yang lain bukanlah semata keinginan pawang hujan.
Semua orang berhak menghindarkan dirinya dari kuyuban air hujan. Bisa dengan berlindung di bawah payung, di balik mantel anti hujan, atau meneduh di bawah pohon.
Itu adalah pilihan bebas, sebagaimana seseorang juga bebas memohon kepada Allah swt Yang Memiliki Kuasa atas Segalanya termasuk juga mengatur Hujan.
Sesungguhnya hal ini pernah dilakukan Rasulullah saw semasa hidupnya sebagaimana diterangkan dalam Sahih Bukhari yang diriwayatkan oleh Anas, beliau pernah berdo’a
اللهم حوالينا ولا علينا اللهم على الأكام والظراب وبطون الأودية ومنابت الشجر
Allahumma hawalayna wa la ‘alayna, Allahumma alal akami wad thirobi, wa buthunil audiyyati wa manabitis syajari
Ya Allah turunkanlah hujan di sekitar kami, dan jangan turunkan kepada kami untuk merusak kami.
Ya Allah turunkanlah hujan di dataran tinggi, beberapa anak bukit, perut lembah dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan.
Do’a di atas menunjukkan betapa manusia hanya bisa berdoa mengharap belas kasihannya ketika berhadapan dengan kekuatan alam yang merupakan Tajjaliy dari-Nya.
Bahkan hanyan sekedar mengatur airpun manusia tidak mampu. Oleh karena itu semoga Allah menghindarkan air hujan yang menyebabkan kerusaka, banjir, wabah dan sebagainya.
Pawang Hujan Menurut Sains
Dalam aktifitas modern, kegiatan pawang hujan sudah dilakukan dengan mengandalkan teknologi.
Setiap metode yang diberikan memiliki batas kapasitas efektivitas dan efisiensinya masing-masing.
Semua cara juga tidak selalu 100 persen berhasil, tapi dikenal punya probabilitas keberhasilan yang tinggi.
Setidaknya kita tahu bahwa di dunia ini telah ditemukan beberapa teknik sains yang sedikit banyaknya bisa memanipulasi kondisi lingkungan/cuaca.
Adapun teknik sains adalah sebagai berikut :
1. Penyemaian awan dengan partikel mikroskopis
2. Energi laser untuk menginduksi hujan dan badai
3. Meriam Hujan Es
4. Penyemprotan iodida ke atmosfer untuk melenyapkan potensi hujan
5. memanipulasi cuaca dengan angin ionic.
***