SuaraPantura.com - Ketua Makhkamah Konstitusi (MK), Anwar Usman dikabarkan akan segera menikahi adik kandung Presiden Joko Widodo yang bernama Idayati.
Pernikahan mereka dikabarkan akan berlangsung pada bulan Mei mendatang usai melangsungkan lamaran pada bulan lalu.
Hari pernikahan antara Anwar dengan Ida akan diselenggarakan pada 26 Mei 2022 di Solo.
Profil Idayati
Banyak yang penasaran dengan profil idayati, sosok adik perempuan presiden Jokowi tersebut.
Meskipun informasi tentang Idayati tidak banyak ditemui, Berikut ini kami sajikan profil singkat tentang Idayati.
Idayati merupakan salah satu adik perempuan Jokowi. Dia merupakan putri dari pasangan Notomiharjo dan Sudjiatmi.
Selain Idayati, Jokowi memiliki dua adik perempuan lainnya yakni Iit Sriyantini dan Titik Relawati.
Sedangkan adik laki-laki Jokowi meninggal dunia saat dilahirkan.
Sebelum hendak dinikahi Anwar Usman, Idayati pernah menjalin hubungan rumah tangga dengan Hari Mulyono.
Hari Mulyono semasa hidupnya diketahui pernah bekerja di perusahaan milik Jokowi.
Namun Idayati harus terpisah dengan Hari Mulyono usai sang suami meninggal dunia akibat penyakit stroke.
Dia menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) pada tahun 2018.
Dari pernikahannya dengan Hari Mulyono, Idayati dikaruniai 2 anak, yakni Septiara Silvani Putri dan Aditya Rimbo Galih Samudra.
Profil Anwar Usman
Adapun Anwar Usman yang merupakan ketua MK, profilnya adalah sebagai berikut :
Memiliki nama dan gelar lengkap Dr. H. Anwar Usman, S.H, M.H. ini lahir 31 Desember 1956.
Usman adalah seorang hakim konstitusi yang menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi ke-6.
Sebelumnya, Anwar Usman sempat menjabat sebagai Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi ke-5.
Sebelumnya, Anwar Usman memulai karier sebagai seorang guru honorer pada 1975.
Sukses meraih gelar Sarjana Hukum pada 1984, Anwar mencoba ikut tes menjadi calon hakim.
Keberuntungan pun berpihak padanya ketika ia lulus dan diangkat menjadi Calon Hakim Pengadilan Negeri Bogor pada 1985.
Anwar dibesarkan di Desa Rasabou, Kecamatan Bolo, Bima, Nusa Tenggara Barat. Ia mengaku terbiasa hidup dalam kemandirian.
Sementara dalam riwayat pendidikannya, Usman Lulus dari SDN 03 Sila, Bima pada 1969, Anwar harus meninggalkan desa dan orang tuanya untuk melanjutkan pendidikannya ke Sekolah Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN) Bima selama 6 tahun hingga 1975.
Lulus dari PGAN pada 1975, atas restu Ayahanda (Alm.) Usman A. Rahim beserta Ibunda Hj. St. Ramlah, Anwar merantau lebih jauh lagi ke Jakarta dan langsung menjadi guru honorer pada SD Kalibaru.
Selama menjadi guru, Anwar pun melanjutkan pendidikannya ke jenjang S1.
Berbeda dengan teman-teman PGAN-nya yang setelah lulus memilih masuk kuliah IAIN atau IKIP, ia memilih kuliah Fakultas Hukum Universitas Islam Jakarta dan lulus pada 1984.
Kelak SD Kalibaru berkembang membuka tingkatan sekolah yang lain dan Anwar terpilih sebagai ketua yayasan.
Anwar Usman menikahi Hj. Suhada, seorang bidan yang kemudian mengurus RS Wijaya Kusuma, Lumajang, dan RS Budhi Jaya Utama, Depok.
Mereka memperoleh tiga orang anak bernama Kurniati Anwar, Khairil Anwar, dan Sheila Anwar.
Hj. Suhada sendiri meninggal dunia di Rumah Sakit Bethsaida, Serpong, pada Jumat , 26 Februari tahun 2021.
***