SuaraPantura.com – Beredar video amatir menunjukan seorang pengemis berkostum upin ipin tengah diberi uang oleh masyarakat sekitar.
Langkah kaki sempoyongan itu membuat orang yang melintas seketika iba.
Tak sedikit juga yang sengaja menghampiri pengemis itu saat sedang duduk di trotoar jalan. Apalagi setelah diberi uang, ia seperti menunduk menandakan rasa terima kasih yang tak terhingga.
Namun, sandiwara tersebut akhirnya terbongkar. Tatkala petugas Satpol PP Kota Magelang menghampiri oknum itu.
Dilandasi rasa iba, serta ingin mengantar pengemis itu pulang, salah satu anggota Satuan Polisi Pamong Praja justru mendapatkan fakta yang mengejutkan.
Dilansir dari akun IG @memomedsos Selasa, 22 Maret 2022 pria berkostum Upin Ipin menolak saat diantar pulang oleh petugas, terlebih ia juga tak mau membuka kostum tersebut.
Merasa janggal dengan hal itu, petugas pun akhirnya membawanya ke Dinas Sosial untuk diminta keterangan lebih lanjut.
“Di situ tidak mau membuka topengnya dan tidak mau diantar, terus dibawalah ke Dinas Sosial ternyata sewaktu topengnya dibuka, masih muda dan sehat,"ujar Singgih Indri Pranggana
Melihat kenyataan mengejutkan itu, interogasi pun akhirnya digelar. Alhasil terkuak lah kalau aksi sandiwara tersebut sudah terorganisir dan memiliki koordinator.
"Ternyata mereka ini berkelompok, tidak sendiri-sendiri.” Kata Ketua Satpol PP Kota Magelang.
Setelah mendapatkan cukup informasi, pengejaran dilakukan untuk menangkap oknum lainnya. Sebanyak delapan orang, berhasil diamankan petugas.
“Ngakunya dari daerah Jawa Barat. Laki-laki semua, yang paling muda usianya 17 tahun dan yang paling tua 45 tahun.
Semuanya dalam keadaan sehat, tidak seperti saat memakai kostum kelihatan seperti orang kecapekan,"imbuhnya.
Diketahui operasi mereka selalu berpindah pindah, dari satu wilayah ke wilayah lain. Modus yang digunakan masih sama yaitu menjual rasa iba sebagai kedok untuk menipu orang lain.
Dalam video tersebut, terlihat kalau dua mobil yang digunakan sebagai sarana transportasi telah diamankan oleh pihak berwajib.
Yang tak kalah mengejutkan lagi, buku berisi catatan penghasilan operasi mereka juga turut terkuak.
Dalam pembukuan itu, tertulis kalau rata rata pendapatan satu orang berkisar 250 ribu hingga 300 ribu. Penghasilan mereka kumpulkan untuk dibagi secara merata setelah dipotong biaya sewa mobil tadi.
***