SuaraPantura.com - Presiden Rusia Vladimir Putin dikabarkan akan hadir di Indonesia pada acara G20 nanti di Bali.
Kabar ini sontak mengejutkan dunia dan menimbulkan pro dan kontra di kalangan anggotanya
Kelompok Duapuluh atau G20 adalah kelompok yang terdiri 20 negara dengan perekonomian besar di dunia ditambah dengan Uni Eropa.
Secara resmi G20 dinamakan The Group of Twenty (G20) Finance Ministers and Central Bank Governors atau Kelompok Duapuluh Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral.
Kelompok ini dibentuk tahun 1999 sebagai forum antar pemerintah yang secara sistematis menghimpun kekuatan-kekuatan ekonomi maju dan berkembang untuk membahas isu-isu penting perekonomian dunia.
Pertemuan perdana G20 berlangsung di Berlin, 15-16 Desember 1999 dengan tuan rumah menteri keuangan Jerman dan Kanada.
KTT G20 Bali 2022
Konferensi Tingkat Tinggi G20 Bali adalah pertemuan ketujuh belas Kelompok Duapuluh (G20) mendatang. KTT tersebut dijadwalkan akan berlangsung di Bali, Indonesia, pada tahun 2022.
Upacara serah terima jabatan telah dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dari Perdana Menteri Italia Mario Draghi pada penutupan KTT G20 Roma 2021.
Adapun prioritas G20 nanti bagi indonesia adalah sebagai berikut :
1. Pemulihan pascapandemi Covid-19 dan konektivitas antar pemerintah global;
2. Meningkatkan literasi dan kecakapan digital menuju interkoneksi global untuk masyarakat; dan
3. Arus data lintas negara.
Putin Rencananya Hadir di G20 Bali 2022
Presiden Rusia Vladimir Putin Rencananya akan datang langsung ke Indonesia dalam acara KTT G20 di Bali Oktober tahun ini.
Rencana Putin kali ini pun mendapat sorotan media asing.
The Sydney Morning Herald, Channel News Asia, Fox News, BBC, dan sejumlah media asing lainnya menurunkan berita yang judulnya hampir sama 'Presiden Rusia Vladimir Putin akan Menghadiri Pertemuan G20 di Bali'.
Hal ini berdasarkan dari apa yang diungkapkan eh Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva, Rabu23 Maret 2022.
Vorobieva mengatakan, Putin bermaksud melakukan perjalanan ke pulau resor di Indonesia yang terkenal, Bali, untuk menghadiri KTT G20 pada bulan November mendatang. Indonesia saat ini tengah menjabat sebagai ketua bergilir G20.
“Itu akan tergantung pada banyak, banyak hal, termasuk situasi COVID, yang semakin baik. Sejauh ini, niatnya adalah dia (Putin) ingin," kata Vorobieva dalam konferensi pers, seperti dikutip dari Reuters.
Rencana Putin itu mendapatkan dukungan dari Tiongkok yang menganggap Rusia merupakan anggota penting G20.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin mengatakan G20 adalah kelompok yang perlu menemukan jawaban untuk isu-isu kritis seperti pemulihan ekonomi dari pandemi Covid-19.
"Tidak ada anggota yang memiliki hak untuk memberhentikan negara lain sebagai anggota. G20 harus menerapkan multilateralisme yang nyata dengan memperkuat persatuan dan kerja sama," kata Wenbin.
Saat ini Amerika Serikat (AS) dan sekutunya menggalang kekuatan untuk mendepak Rusia dari keanggotaan G20. Langkah itu sebagai respons atas aksi Rusia menginvasi Ukraina yang pengin bergabung dengan Uni Eropa dan menjadi anggota Traktat Pertahanan Atlantik Utara (NATO).
***