SuaraPantura.com - dr Terawan atau pemilik nama lengkap Letnan Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad(K) adalah mantan Menteri Kesehatan pada Kabinet Indonesia Maju Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Maruf Amin yang menjabat sejak 23 Oktober 2019 hingga 23 Desember 2020.
Sebelum menjadi Menkes, ia merupakan seorang dokter militer yang juga menjabat sebagai Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto dan Ketua Tim Dokter Kepresidenan.
Kini dr Terawan sedang hangat diperbincangkan karena baru saja dikeluarkan dari IDI melalui Majelis Kehormatan Etik Kedokteran Ikatan Dokter Indonesia (MKEK IDI).
Keputusan itu dibacakan dalam Muktamar ke-31 IDI di Banda Aceh, Jumat 25 Maret 2022.
dr Terawan merupakan lulusan dari Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta dan kemudian masuk TNI AD, di mana ia ditugaskan ke beberapa daerah termasuk Lombok, Bali, dan Jakarta untuk mengemban tugas sebagai pelaksana medis/kesehatan militer.
Ia pernah merumuskan 'Terawan Theory', yakni sebuah teori yang terkait dengan metode 'cuci otak' pada penderita stroke.
Meskipun demikian, ia dipecat oleh Majelis Kehormatan Etik Kedokteran Ikatan Dokter Indonesia (MKEK IDI) karena melakukan metode tersebut kepada pasien sebelum melalui penelitian ilmiah.
Terawan juga pernah dikritik karena menyatakan bahwa flu biasa lebih berbahaya daripada COVID-19, dengan menyatakan bahwa flu biasa memiliki jumlah kematian lebih tinggi dari COVID-19.
Adapun riwayat pendidikan dr. Terawan adalah sebagai berikut :
- SD Tarakanita Bumijo Yogyakarta (1977)
- SMPN 2 Yogyakarta (1980)
- SMA Bopkri 1 Yogyakarta (1983)
- S-1 Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (1990)
- S-2 Spesialisasi Radiologi, FK Universitas Airlangga, Surabaya (2004)
- S-3 Doktor, FK Universitas Hasanuddin, Makassar (2013)
- Profesor Kehormatan Ilmu Pertahanan Bidang Kedokteran Militer, Fakultas Kedokteran Militer Universitas Pertahanan Republik Indonesia (2022)
***