SuaraPantura.com - Kilang minyak raksasa di Aramco Kota Jeddah Arab Saudi meledak hebat pada Sabtu 26 Maret 2022.
Ledakan tersebut menciptakan kobaran api besar di sekitar lokasi.
Hal ini disebut-sebut sebagai akibat dari serangan rudal balistik Yaman.
Juru bicara militer Yaman, Brigadir Jenderal Yahya Saree mengatakan, serangan rudal di Aramco itu merupakan bagian dari Operasi Siege Breaking 3 yang baru saja dilancarkan.
"Angkatan bersenjata Yaman melakukan Operasi Siege Breaking ketiga dengan sejumlah rudal balistik dan bersayap dan drone dan menargetkan fasilitas Aramco di Jeddah dan fasilitas vital di ibu kota musuh Saudi, Riyadh, dengan sejumlah rudal," kata Yahya.
Kedua negara, antara Yaman dan Arab Saudi memang kerap kali terlibat perang dan kontak senjata.
Koalisi yang dipimpin Arab Saudi terlibat dalam perang saudara di Yaman sejak 2015.
Mereka berdalih ingin memulihkan kekuasaan pemerintahan di Yaman yang digulingkan oleh Houthi pada 2014.
Houthi atau Hutsi merupakan klan besar yang berasal dari wilayah barat laut Yaman , yaitu Provinsi Saada.
Mayoritas klan Houthi adalah penganut ajaran Syiah aliran Zaidi. Para penganut Syiah aliran Zaidi ini mempercayai Zaid bin Ali, cucu dari Husain bin Ali, sebagai imam kelima.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut perang saudara di Yaman adalah krisis kemanusiaan terburuk di dunia.
Ada setengah juta anak-anak mengalami kekurangan gizi akut dan setiap 10 menit diperkirakan ada satu anak yang meninggal dunia.
Konflik internal dan kegagalan politik membuat Yaman menjadi terpecah-belah.
***