Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Indonesia Sudah Lama Jadi Tukang Impor, Kemarahan Jokowi Dinilai Gimmick?

Tim Suara Pantura 01•
Nasional

SuaraPantura.com - Presiden Jokowi terlihat marah di depan hadirin saat memberikan arahan dalam acara bangga buatan Indonesia yang digelar di Badung, Bali.

Kemarahan Jokowi bukan tanpa sebab, rupanya Indonesia memang bisa dibilang sebagai tukang impor karena hobi beli barang dari luar negeri.

Hal ini sudah lama, namun tak segera mendapatkan solusi yang konkrit. Termasuk kemarahan Jokowi juga harus diimbangi dengan solusi yang tegas dan pasti.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, pada Feb­ruari 2022, Indonesia diserbu impor berbagai komoditas pangan.

BPS mencatat, Indonesia meng­impor 5.075 ton beras de­ngan nilai 2 juta dolar. Beras diimpor dari India, Pa­kistan, Thailand, Vietnam, Jepang, dan negara lainnya.

Suami Meninggal, Klaim Asuransi KPR 4 Tahun Tak Tuntas: BTN Malah Tagih Denda Rp10 Juta kepada Ahli Waris!
Baca Juga · Nasional
Suami Meninggal, Klaim Asuransi KPR 4 Tahun Tak Tuntas: BTN Malah Tagih Denda Rp10 Juta kepada Ahli Waris!

Indonesia pun mengimpor 2,8 ton daging ayam dengan nilai 9.768 dolar. Impor telur unggas pada Februari 2022 naik 100 persen dibanding Ja­nuari 2022.

Pada Februari 2022, volume impor telur ung­gas mencapai 152 ton de­ngan nilai 922.804 dolar. Telur unggas diimpor dari India, Jerman, Amerika Se­rikat, China, dan Malaysia.

Indonesia mengimpor 1.055,8 ton cabai dengan nilai 1,9 juta dolar. Cabai berasal dari India, China, Malaysia, Taiwan, Jerman, dan negara lain­nya.

Impor lainnya adalah 758.200 ton gula de­ngan nilai 372,3 juta dolar dari Thailand, India, Australia, Singapura, Malaysia.

RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Senjata Kekuasaan? Advokat Bongkar Pasal Rawan dan Celah Penyalahgunaan Wewenang
Baca Juga · Nasional
RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Senjata Kekuasaan? Advokat Bongkar Pasal Rawan dan Celah Penyalahgunaan Wewenang

Komoditas impor yang se­ring menghebohkan adalah kedelai. Impor 114.600 ton kedelai dilakukan dengan nilai 67,1 juta dolar. Impor kedelai dari Amerika Serikat, Kanada, Australia, Malaysia, dan Singapura.

Pengamat Ekonomi dari Indonesia Strategic and Economic Action Institution Ronny P Sasmita menilai, keluhan Jokowi soal peng­adaan barang dan jasa impor di ­institusi pemerintah dan BUMN adalah sinyal Jokowi kurang perhatian terhadap kondisi struktural perekonomian nasional.

Dia mempertanyakan, me­ngapa baru pada tahun ke delapan masa jabatannya Jokowi mengeluhkan keberadaan barang-barang impor itu.

Padahal, proyek infrastruktur yang digadang-ga­dang Jokowi selama ini barang-barang modalnya diimpor semua. Sampai-sampai, industri baja nasional hampir tepar dan industri semen nasional overproduction.

KPK Geledah Djarum, Kasus Cukai Membesar: Di Tengah Rumor Haji Isam dan Masa Depan BCA
Baca Juga · Nasional
KPK Geledah Djarum, Kasus Cukai Membesar: Di Tengah Rumor Haji Isam dan Masa Depan BCA

"Selayaknya, kali ini Jo­ko­wi tidak sekadar mencari sensasi ekonomi dengan kritiknya itu, tapi bisa dijadikan landasan dasar da­lam membenahi struktur pe­r­­ekonomian nasional ke depan. Karena pembangunan ekonomi tidak saja soal infrastruktur, tapi juga soal pe­nguatan kapasitas produksi nasional,” kata Ronny, Senin 28 Maret 2022.

Menurut dia, keberadaan barang produksi dalam ne­geri belum cukup untuk me­mengaruhi pilihan para pembuat keputusan di level teknis pengadaan barang. Barang impor dari China dan sejumlah negara lain ternyata lebih murah.

Dengan demikian, keputusan mengimpor barang menjadi sangat rasional karena harga produk dalam negeri tidak kompetitif.

Direktur Center of Econo­mic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira me­nyatakan, masalah seperti ini sudah terjadi sejak lama. Bah­kan, biang keroknya tetap sama dan tak kunjung ada perbaikan.
***

Tags:
#jokowi#jengkel#jokowi marah#jokowi marahi menteri#jokowi marah besar
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…