Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Pemuda Asia Afrika Sambut Baik Kehadiran Putin di KTT G20

Andri Susanto•
Nasional

SuaraPantura.com - Pemuda Asia-Afrika atau Asian African Youth Governmnet (AAYG) menyatakan sikap mendukung kehadiran Presiden Rusia, Vladimir Putin di acara Konferensi Tingkat Tinggi G20 (KTT G20) yang dijadwalkan pada akhir tahun ini.

Indonesia ditunjuk menjadi tuan rumah untuk forum internasional yang membahas permasalahan terkait perekonomian global tersebut.

Dalam statemennya, Board Member AAYG dari Kyrgystan Ulanbek Ergeshov menyampaikan bahwa Rusia adalah pemimpin dunia yang masuk G20 dan G7. Karena itu, menurutnya, kehadiran Rusia di G-20 merupakan masa depan perdamaian dunia serta mendukung pemerintah Indonesia mengung Rusia.

"Saya tahu Federasi Rusia ada di G20 dan G7. Juga Rusia adalah salah satu negara kekuatan di dunia. Saya kira para Pemimpin Dunia khususnya G20 harus berbuat untuk membangun perdamaian di dunia dan memberikan kesempatan kepada Rusia untuk berada di wilayah G20. Bahwa masa depan kita harus damai dan bukan perang," kata Ergeshov.

"Ya, saya setuju jika Pemerintah Indonesia mengundang Presiden Rusia. Karena itu adalah kesempatan baik bagi pemerintah untuk berperan dengan situasi di dunia. Dan memberikan ruang bagi negara-negara konfrontasi seperti Rusia dan negara-negara Barat untuk mencoba berdialog damai. Itu akan menjadi momen kunci bagi Indonesia untuk mendapatkan poin politik yang baik," imbuhnya.

KPK Geledah Djarum, Kasus Cukai Membesar: Di Tengah Rumor Haji Isam dan Masa Depan BCA
Baca Juga · Nasional
KPK Geledah Djarum, Kasus Cukai Membesar: Di Tengah Rumor Haji Isam dan Masa Depan BCA

Lebih lanjut, ia mengatakan selama Rusia masih menjadi anggota G20, menurt Hussein Gubreel dari Sudan, Vice President AAYG, maka Rusia harus diundang untuk menghadiri forum G20 mendatang karena itu tidak menyimpang dari prinsip dan hukum yang diikuti G20.

"Oleh karena itu, saya melihat bahwa kehadiran Putin merupakan salah satu hak yang harus diperoleh Rusia dengan menjadi anggota kelompok ini, dan pada saat yang sama akan mencerminkan secara positif reputasi Indonesia sebagai negara netral yang menganut hukum internasional yang diakui. konflik dan pertengkaran politik dan militer yang terjadi antara Rusia dan negara-negara Barat, terutama yang terjadi di Ukraina," tegasnya.

"Saya percaya bahwa kepatuhan masyarakat Indonesia terhadap hukum dan prinsip internasional akan sejalan dengan kepentingan dan strategi Indonesia yang bekerja untuk mencapai aspirasi masyarakat Indonesia," sambungnya.

Senada, Board Member AAYG Havin Gulabakh asal Irak sepakat Rusia diundang Indonesia hadir G20 untuk membicarakan pemulihan dunia paska pandemi Covid-19, apalagi Rusia adalah bagian terbesar dalam menjaga keseimbangan dunia.

Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding
Baca Juga · Nasional
Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding

"Ini adalah keseimbangan kekuatan seperti yang Anda tahu Rusia sudah menjadi salah satu kekuatan besar dunia. Saya rasa itu bagus, jadi Indonesia akan menunjukkan bahwa mereka tidak melawan Rusia karena itu tidak baik," katanya.

Sementara, Presiden AAYG, Respiratori Saddam Al Jihad dalam keterangannya menyebut, KTT G20 kali ini bakal tidak mudah menimbang situasi global yang dipicu konflik Rusia-Ukraina.

“Namun, kami sebagai anak muda mengharapkan situasi (konflik Rusia-Ukraina) ini tidak dijadikan isu politik untuk menyudutkan salah satu pihak (anggota G20) di KTT G20 mendatang,” ujar Saddam, di Jakarta, Senin28 Maret 2022.

Ia juga mendesak agar Amerika Serikat dan sekutunya jangan menerapkan standar ganda yang berdampak terhadap kelancaran dan kesuksesan KTT G20.

BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan
Baca Juga · Nasional
BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan

“Standar ganda dalam hubungan internasional tidak dibenarkan karena akan semakin memperparah konstelasi politik dunia. Seharusnya AS dan sekutunya menjadikan forum G20 sebagai salah satu isntrumen penyelesaian persoalan global dalam hal ini permasalahan ekonomi,” urainya.

Di samping itu, Saddam mengklaim mayoritas masyarakat Indonesia saat ini mendukung kehadiran Putin di forum G20 lantaran Rusia merupakan salah satu anggota G20 yang memiliki peran penting dalam mengatasi permasalahan ekonomi global saat ini.

“Kami meyakini kehadiran Putin di G20 mendapat respons positif dari masyarakat Indonesia. Dan kami juga mendukung penuh pemerintah Indonesia menyambut baik kehadiran presiden Rusia di KTT G-20 mendatang, apalagi Indonesia memiliki histori kuat dengan Rusia semenjak era Soekarno,” pungkasnya.***

Tags:
#rusia#vladimir putin#ktt g20#ukraina#aayg#saddam al jihad#asia african youth government
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…