Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Dokter Terawan Dipecat IDI, Beredar Pesan Berantai Wawancara Imajiner dengan dr Terawan, Begini Isinya

Desky Danuaji•
Nasional

SuaraPantura.com - Usai dokter Terawan dipecat IDI (Ikatan Dokter Indonesia), beredar pesan berantai wawancara imajiner dengan dokter terawan.

Belum tahu siapa yang pertama kali membuat pesan berantai tersebut di Whatsap, namun banyak yang menilai bahwa isinya bagus dan menghibur.

Berikut isi wawancara imajiner dengan dr Terawan yang tersebar menjadi pesan berantai di Whatsap :

Wawancara Dengan Dokter Terawan

Berikut ini adalah Dialog Imajiner antara saya dengan Dokter Terawan selaku Ketua Dokter Militer Dunia.

"Kenapa anda dipecat?"

"Jelas supaya saya tidak bisa praktek."

"Lalu kenapa kiprah anda sampai dihalangi sebegitunya?"

KPK Geledah Djarum, Kasus Cukai Membesar: Di Tengah Rumor Haji Isam dan Masa Depan BCA
Baca Juga · Nasional
KPK Geledah Djarum, Kasus Cukai Membesar: Di Tengah Rumor Haji Isam dan Masa Depan BCA

"Karena saya tahu terlalu banyak tentang rahasia dibalik Bioteknologi. Termasuk tentang CRISPR (edit DNA/RNA) dan penyalahgunaannya."

"Bisa anda jelaskan lebih detail lagi?"

"CRISPR awalnya ditemukan dengan tujuan baik. Yaitu untuk menyembuhkan penyakit kronis seperti HIV yang tidak ada obatnya. Caranya dengan mengedit DNA pasien agar tidak lagi kompatibel dengan RNA virus. Sehingga virus tidak lagi memiliki inang, melemah, akhirnya mati, dan kemudian pasien bisa sembuh. Penemuan ini sampai mendapatkan penghargaan Nobel dua tahun lalu."

"Loh, itu kan bagus?"

"Itulah dua sisi mata pisau Ilmu Pengetahuan. Sebagaimana Teknologi Nuklir yang bisa jadi sumber energi bersih sekaligus bisa jadi senjata mematikan. CRISPR juga begitu."

"Maksudnya?"

"CRISPR telah disalahgunakan oleh tangan jahat untuk menciptakan penyakit baru. Caranya dibalik dari yang seharusnya. Yaitu malah mengedit RNA virus yang seharusnya tidak bisa menginfeksi manusia menjadi kompatibel dengan DNA kita. Misalnya virus flu (coronavirus) milik binatang seperti onta, burung, kelelawar dll yang RNAnya bisa diubah untuk dapat menginfeksi manusia serta mudah menular. Itulah kenapa akhirnya muncul Novel Coronavirus atau virus korona baru. Inilah yang kemudian Bioteknologi ini menjelma menjadi Senjata Biologi."

Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding
Baca Juga · Nasional
Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding

"Apakah karena anda paham hal ini sehingga terpilih menjadi Ketua Dokter Militer Dunia?"

"Bisa jadi itu salah satu pertimbangannya. Ketika sebuah teknologi kesehatan bermetamorfosa menjadi teknologi persenjataan, itu sudah menjadi domain militer. Karena isu penyalahgunaan CRISPR ini sebenarnya sudah muncul jauh sebelum terjadinya Plandemik. Itulah mengapa Presiden Jokowi pernah mengungkap adanya Agenda Depopulasi pada forum global 2018 lalu."

"Nah, hubungannya dengan pemecatan anda?"

"Karena saya telah menemukan metode DCVI (Dendritic Cell Vaccine Immunotherapy) yang jauh lebih humanis daripada CRISPR. Tidak perlu mengedit DNA manusia. Tapi cukup dengan melatih Sel Dendritic sebagai guru bagi sistem imun kita untuk melawan virus."

"Bukannya sudah ada vaksin sampai tiga dosis?Seharusnya kan sudah selesai urusan vaksin ini jika bicara masalah segmentasi."

"Karena ujung dari Plandemik ini bukanlah tentang vaksin. Melainkan akan kembali kepada CRISPR. Coronavirus akan terus diutak-atik (edit) sehingga akan selalu bermutasi menjadi varian baru sampai akhirnya manusia akan mencapai titik jenuh jika munculnya varian baru, tubuh kita harus divaksin ulang. Jalan terakhir adalah CRISPR agar DNA kita benar-benar putus dengan RNA Coronavirus. Itu sudah ada proyeksinya sampai tahun 2028."

"Bukankah CRISPR membutuhkan biaya yang tidak sedikit? Apakah bisa menjangkau khalayak banyak sebagaimana metode vaksin?"

BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan
Baca Juga · Nasional
BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan

"Justru itu, komersialisasi CRISPR sekaligus menjadi seleksi kelas sosial. Bagi Thanos yang pernah diistilahkan oleh Pak Jokowi, masyarakat kelas bawah hanya membuat bumi over populasi yang menghabiskan sumber daya yang makin terbatas."

"Oh, jadi kiprah anda melalui DCVI akan berpotensi menggerus eksistensi CRISPR?"

"Arah kesana semakin terlihat."

"Bukankah Plandemik sudah menunjukkan tanda berakhir dan Herd Immunity sepertinya mulai terbentuk?"

"Memang betul dan hal ini terjadi sejak invasi Rusia ke Ukraina yang diduga menjadi sarang dan biang Senjata Biologi itu. Tapi perlu anda ketahui bahwa CRISPR dan lawannya DCVI tidak hanya bisa diaplikasikan pada Coronavirus saja. Tapi bisa terhadap virus dan penyebab penyakit lain yang selama ini hanya menyerang binatang tertentu."

"Bisa anda berikan contohnya?"

"Penyakit Sapi Gila kini sudah bisa dipindahkan kepada Rusa yang membuatnya bisa berperilaku seperti Zombie. Para pemimpin dunia harus bisa segera  menghentikan rencana jahat tragedi kemanusiaan ini. Dalam hal ini, Presiden Jokowi memiliki andil besar sebagai Presidensi G20 dan juga anggota DK PBB. Dan Rusia tetap harus diundang, karena ia adalah Algojo jika Thanos berulah lagi."

Salam Indonesia Berdikari
***

Tags:
#pesan berantai#whatsap#dr terawan dipecat idi#dr terawan vs idi#dr terawan agus putranto
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…