SuaraPantura.com – Peristiwa Klitih di Jogja memakan korban satu orang pelajar pada hari Minggu, 4 April 2022 dini hari.
Klitih diartikan sebagai keluyuran tanpa tujuan yang merujuk pada aksi kekerasan dan kriminalitas.
Peristiwa ini terjadi di Jalan Gedung Kuning Kota Gede, Yogyakarta tepatnya pada pukul 02.10 WIB oleh segerombol pemuda yang mengendari motor.
Berdasarkan penuturan Dirreskrimum Polda DIY Kombes Pol Ade Ary Syam Indriadi, kronologi kejadiannya bermula saat korban mampir di warung yang berjarak 100 meter dari tempat kejadian perkara (TKP).
“Kelompok korban ada lima motor yaitu sekitar tujuh orang. Berjarak 50 atau 100 meter sebelum TKP, mereka mampir di sebuah warmindo. Kemudian datang lima orang mengendarai dua motor yang menggeberkan motornya dengan nada mengejek. Nah hal inilah yang menjadi pemicu,” tuturnya pada konferensi pers di kanal YouTube Polda Jogja.
Ia kembali menjelaskan bahwa empat motor dari kelompok korban berusaha mengejar ke arah utara. Kemudian sekelompok pelaku berbalik arah dan menghadang korban dengan mengeluarkan senjata tajam.
“Motor pertama dari kelompok korban berhasil lolos, sehingga benda tajam menghantam motor kedua dan melukai korban yang duduk di belakang. Sehingga menimbulkan luka di bagian kepala,” ujarnya kembali.
Dua motor kelompok korban balik ke kanan menuju ke arah timur dan ditemukan oleh Sabhara Polda DIY dan langsung mengevakuasi ke rumah sakit.
“Kelompok korban ditemukan oleh Sabhara Polda DIY yang sedang berpatroli dan langsung membantu menolong korban dan membawa ke rumah sakit Hardjolukito,” tuturnya.
Polda DIY telah melakukan olah TKP setidaknya sebanyak tiga kali. Dan masih melakukan pendalaman olah TKP untuk mencari saksi-saksi selain korban yang terlibat, dan penelusuran bukti-bukti CCTV di sekitar TKP.
Atas peristiwa ini, Ade menyampaikan himbauan kepada orang tua untuk mengingatkan dan menjaga anak agar tidak melakukan aktivitas di malam hari.
“Kejadian ini terjadi karena permasalahan waktu dini hari dan melibatkan pelajar. Dengan itu mohon dengan hormat kita selaku orang tua, mengingatkan dan menjaga anak-anak kita agar tidak melakukan aktivitas di malam hari atau bahkan dini hari,” terangnya.
***