SuaraPantura.com – Seruan aksi Senin, 11 April 2022 yang disampaikan oleh massa Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) telah menggema dan membuat para mahasiswa dan masyarakat memadati Gedung DPR RI.
Berdasarkan video yang diunggah akun @asumsico di Twitter pada tagar Gedung DPR, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Pimpinan DPR RI telah menemui massa BEM SI di atas mobil komando yang digunakan untuk orasi mahasiswa.
Dalam video tersebut, Kapolri Jenderal Listyo menyatakan dukungannya untuk menjaga dan mengawal aspirasi mahasiswa.
“Kami akan membantu menjaga agar seluruh proses berjalan dengan aman. Oleh karena itu, kepada seluruh anggota tolong kawal, tolong jaga mereka, jangan sampai ada yang menunggangi. Karena suara aspirasi mahasiswa adalah suara akademisi, suara murni, dan itu harus selalu dijaga dan dikawal. Dan kami siap mengawal aspirasi teman-teman mahasiswa,” ujarnya pada video tersebut.
Sebelumnya BEM SI mengubah titik demonstrasi yang semula di Istana Kepresidenan, Jakarta menuju Gedung DPR RI di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.
Pemindahan lokasi ini didasarkan atas keinginan mereka menuntut anggota DPR RI untuk taat konstitusi.
Aksi unjuk rasa ini diikuti oleh 30 universitas dari seluruh Indonesia, dan ada sekitar 10.000 mahasiswa.
Dalam aksi ini ada 4 tuntutan yang akan disampaikan oleh BEM SI, di antaranya:
1. Mendesak dan menuntut wakil rakyat agar mendengarkan dan menyampaikan aspirasi rakyat bukan aspirasi partai
2. Mendesak dan menuntut wakil rakyat untuk menjemput aspirasi rakyat sebagaimana aksi massa yang telah dilakukan dari berbagai daerah dari tanggal 28 Maret sampai 11 April 2022
3. Mendesak dan menuntut wakil rakyat untuk tidak mengkhianati konstitusi negara dengan melakukan amandemen, bersikap tegas menolak penundaan pemilu 2024 atau massa jabatan 3 periode
4. Mendesak dan menuntut wakil rakyat untuk menyampaikan kajian disertai 18 tuntutan mahasiswa kepada presiden yang sampai saat ini belum terjawab.
***