SuaraPantura.com - Anggota Komisi VI DPR RI Harris Turino menangapi rencana pemerintah yang bermaksud menaikan harga Pertalite.
Harris Turino dengan tegas menolak rencana pemerintah menaikan harga Pertalite saat rapat Komisi VI dengan BUMN di Bali, Senin 18 April 2022.
Menurut Harris Turino, Pertalite adalah jenis BBM yang sejak awal dirancang sebagai BBM bersubsidi.
"Pertalite sejak awal dirancang sebagai BBM bersubsidi, kenaikan harga akan memberatkan masyarakat. Yang perlu dilakukan adalah membatasi kendaraan yang boleh memakai BBM bersubsidi tersebut," ungkap Harris seperti dikutip Suara Pantura dari KABAR TEGAL pada artikel berjudul "Reses dengan BUMN di Bali, Harris Turino Blak-blakan Tolak Rencana Pemerintah Naikkan Harga Pertalite".
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Ivenstasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan pemerintah sedang melakukan kajian untuk kenaikan harga Pertalite. Hal ini disebabkan melonjaknya harga minyak mentah dunia akibat konflik Ukraina dan Rusia belakangan ini.
Per 1 April 2022 lalu, PT Pertamina (Persero) telah menaikkan hara jual Pertamax dari kisaran Rp 9000 per liter menjadi Rp 12500 di beberapa wilayah imbas lonjakan harga minyak mentah dunia.
Selain menolak kenaikan harga Pertalite, legislator asal Dapil Jateng IX ini juga menyoroti target capaian bauran energi baru dan terbarukan yang saat ini masih di kisaran 13% dari target sebesar 23% di tahun 2025.
Harris Turino mengusulkan mengagendakan rapat tersendiri untuk mengundang investor yang berminat untuk membangun PLTS Apung di Waduk Cacaban yang terletak di Kabupaten Tegal.
"Luasan waduk yang sebesar 1000 hektar memungkinkan pembangunan PLTS dengan kapasitas 200 Mega Watts Peak (MWP) atau setara dengan 100 Mega Watts based load. Tentu ini akan menguntungkan PLN dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tegal," pungkas Harris.*** (Kabar Tegal/Lazarus Sandy Wella)