SuaraPantura.com - Meskipun Indonesia usai dilanda pandemi Covid 19, Megawati Soekarnoputri mengatakan kita tidak mengalami krisis keuangan seperti tahun 1998.
Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ini berkata bahwa hal ini terbukti sampai saat ini Indonesia bertahan meski dari sisi ekonomi mengalami penurunan. Namun, ia menyebut ekonomi RI tidak kocar-kacir.
"Dari sisi keenomian kan mengalami glowing down-penurunan. Tapi kan tidak kocar-kacir. Kita masih bisa hidup," ujar Megawati secara virtual dalam acara yang digelar BRIN, Rabu, 20 April 2022.
Megawati mengaku melihat banyak ibu-ibu berbelanja baju baru di pasar. Namun, di sisi lain kata dia, banyak ibu-ibu antre membeli minyak goreng.
"Saya lihat di pasar-pasar sekarang akibat sudah dilepaskannya aturan PPKM, ibu-ibu berbondong-bondong beli baju baru dan lain sebagainya. Padahal di lain sisi, itu yang saya sedih mereka antre minyak goreng, " ujar Ketua Umum PDIP itu dilansir dari PRMN.
Menurut Megawati, hal itu diperlukannya riset untuk mengetahui apakah Indonesia mengalami depresi ekonomi.
"Ini kan harus diriset, why? Apakah benar kita jatuh depresi? No. Tidak. Tentu dari sisi politik coba, belum apa-apa demo," katanya.
Secara terpisah, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan penerimaan pajak hingga akhir Maret 2022 tumbuh 41,36 persen.
"Tumbuh sangat tinggi, kinerja penerimaan pajak periode kuartal I 2022 ini ditopang oleh pemulihan ekonomi yang terlihat dari membaiknya PMI yang masih ekspansif, harga komoditas dan ekspor impor," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers Rabu, 20 April 2022 dikutip dari Antara.
***