SuaraPantura.com - Kejadian tak mengenakan menimpa Anggota Komisi VI DPR RI Harris Turino saat melakukan perjalanan dari Bali menuju Jakarta menggunakan pesawat Airbus A320 milik maskapai penerbangan Super Air Jet.
Diketahui Harris Turino yang saat itu berada pada seat 1C Seq 61 kejatuhan board penutup atap pesawat Airbus A-320 milik maskapai Super Air Jet.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu 20 April 2022 saat Harris Turino bermaksud bertolak ke Jakarta usai kunjungan ke Bali dan melakukan rapat kerja dengan BUMN.
Harris Turino mengunggah peristiwa jatuhnya board penutup atap pesawat melalui akun Facebook pribadinya.
"Keselamatan penumpang adalah hal yang utama dan pertama. Ini bukan sekedar jargon, tetapi harus dilaksanakan oleh semua pengelola moda transportasi apapun juga. Apalagi untuk moda transportasi udara," tulis Harris Turino, Rabu 20 April 2022.
"Pengalaman yang saya alami dalam penerbangan balik ke Jakarta dari Bali menggunakan pesawat Super Air Jet dengan nomer penerbangan IU 741 sungguh mengagetkan. Satu cover board penutup atap pesawat Airbus A-320 tiba-tiba jatuh pas pada saat take off dari bandara Ngurah Rai Bali dan menimpa badan saya," lanjutnya.
Legislator PDI Perjuangan asal Dapil Jateng IX ini mengaku tidak terlalu sakit saat kejatuhan board penutup pesawat, namun dirinya mengaku sangat kaget.
"Tidak terlalu sakit memang tetapi kagetnya setengah mati. Saya tidak bisa membayangkan kalau itu menimpa kepala atau muka bayi atau anak-anak. Mungkin akibatnya akan lebih fatal," ungkap Harris.
Harris mengatakan pramugari sudah meminta maaf atas peristiwa yang menimpa dirinya. Ia pun mengatakan dirinya tidak marah atas kejadian tersebut.
"Pramugari sudah meminta maaf. Tentu saya tidak perlu marah-marah untuk menunjukkan kekuasaan, tetapi hal ini tidak boleh terjadi lagi," ungkapnya.
Atas peristiwa tersebut, Harris Turino meminta pihak Super Air Jet untuk menghubunginya.
"Saya hanya meminta manager airline untuk menghubungi saya nanti dan akan saya sampaikan bahwa perawatan pesawat sebelum laik terbang adalah hal yang utama. Tidak boleh ada toleransi soal ini," pungkas Harris.***