Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

BPET MUI Bekali Masyarakat Tentang Bahaya Gerakan Radikal Terorisme

Andri Susanto•
Nasional

SuaraPantura.com - Wakil Ketua Badan Penanggulangan Ekstremisme dan Terorisme (BPET), Brigjen Pol Hamli, mengatakan Indonesia saat ini masih menghadapi empat ancaman besar seperti korupsi, narkotika, bencana alam dan radikal-terorisme. Setiap orang berpotensi terpapar paham radikal-terorisme yang bisa pada akhirnya menjadi pelaku terorisme.

“Indonesia saat ini menghadapi empat ancaman besar, di antaranya: korupsi, narkotika, terorisme, bencana alam. Korupsi penting untuk diberantas, selain karena merugikan masyarakat, korupsi juga menjadi dalih bagi para teroris untuk menggiatkan pembentukan Negara Islam Indonesia,” kata Hamli saat berbicara dalam 'Ngaji Kebangsaan MUI', Rabu 27 April 2022.

Hamli menambahkan, di sisi lain ancaman yang juga nyata dihadapan kita yakni gangguan kamtibmas seperti masuknya paham yang tidak sesuai dengan konstitusi negara dan moderasi beragama. Ini perlu kita cegah bersama dan perlu menjadi perhatian kita semua.

KPK Geledah Djarum, Kasus Cukai Membesar: Di Tengah Rumor Haji Isam dan Masa Depan BCA
Baca Juga · Nasional
KPK Geledah Djarum, Kasus Cukai Membesar: Di Tengah Rumor Haji Isam dan Masa Depan BCA

“Hakikat gangguan kamtibmas seperti potensi gangguan (misalnya masuknya paham radikal-terorisme ke Indonesia), ambang gangguan (medsos yang menyebarkan ajaran provokatif), gangguan nyata (jika postingan medsos provokatif ini dibiarkan sampai menimbulkan pelanggaran hukum). Dan penyebarannya pun sudah masuk ke tempat pendidikan, tempat kerja, perkantoran, perumahan dan lainnya,” ungkapnya.

Ketua Perempuan, Remaja dan Keluarga (PRK) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Dr. Hj. Siti Ma’rifah, mengatakan adanya kesulitan mengenali para pelaku teror dari sisi fisik, karena itu kita perlu bekerjasama dengan pihak keamanan dalam mensosialisasikan pencegahan dan penanggulangan gerakan radikal-terorisme tersebut.

Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding
Baca Juga · Nasional
Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding

“Sulit mengenali pelaku teror dari penampilan luar, apalagi saat ini seorang perempuan pun berani melakukan aksi teror," ujarnya.

Menurutnya, adanya BPET ini menjadi peluang yang sangat baik untuk kita mencegah atau pun menanggulangi tindak terorisme di Indonesia, kehadiran BPET akan melengkapi MUI, BNPT, dan Polri.

BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan
Baca Juga · Nasional
BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan

"Mudah-mudahan kita bisa bersama-sama membuat peta dakwah kedepannya, karena ini sangat penting untuk upaya pencegahan penyebaran paham radikalisme,” imbuhnya.

Siti Ma’rifah mengungkapkan bahwa kita sebagai warga harus memiliki prinsip moderat, toleran, berkeseimbangan, musyawarah dan lain-lain. Prinsip ini sebagai bekal utama untuk menjadi warga negara yang baik dan bijaksana.

“Prinsip-prinsip Wasathiyah seperti jalan tengah, toleran, berkeseimbangan, musyarawarah, dan lain-lain harus kita pegang erat-erat. Bekal ini untuk menghindari kita dari terlibat ke kelompok radikal-terorisme. Untuk mencegah maraknya penyebaran radikalisme ini, peran kel huarga sangatlah penting, terutama aperan seorang ibu yang merupakan pendidikan pertama bagi anak,” tutupnya.***

Tags:
#mui#badan penanggulangan ekstremisme dan terorisme#bpet
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…
BPET MUI Bekali Masyarakat Tentang Bahaya Gerakan Radikal Terorisme | Suara Pantura | Suara Pantura