SuaraPantura.com - APBN Kita dinilai banyak dinikmati oleh Oligarki.
Sehingga Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut gagal menepati janji akan kesejahteraan rakyat.
Hal itu lantaran adanya informasi terkait kenaikan kemiskinan di Jawa Tengah.
SuaraPantura.com - APBN Kita dinilai banyak dinikmati oleh Oligarki.
Sehingga Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut gagal menepati janji akan kesejahteraan rakyat.
Hal itu lantaran adanya informasi terkait kenaikan kemiskinan di Jawa Tengah.

Pada 2021, kemiskinan di Jawa Tengah hanya ada di lima daerah.
Namun riset yang dilakukan pada 2022, daerah kemiskinan bertambah menjadi 19 wilayah.

Target prioritas pengentasan kemiskinan ekstrem di Jawa Tengah yaitu Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Wonosobo, Magelang, Boyolali, Klaten, Karanganyar, Sragen, Rembang, Pati, Demak, Kendal, Batang, Pekalongan, Pemalang, Tegal, Brebes.
Pengamat politik, Rocky Gerung mempertanyakan mengenai alokasi APBN yang diduga tidak sampai ke tangan rakyat, sehingga menyebabkan terjadinya peningkatan kemiskinan.

Pasalnya, pada beberapa waktu yang lalu, Menteri Keuanga, Sri Mulyani menyatakan jika masih ada uang yang berasal dari ekspor komoditas.
"Orang menganggap ya pasti jatuhnya kalau enggak ke rakyat, ya ke oligarki. Oligarki makin untung, rakyat makin buntung kan itu. Jadi kita mesti bukan persoalan ini supaya enggak ada dusta diantara kita," kata Rocky Gerung dikutip Pikiran-Rakyat.com dari YouTube miliknya.
Dinilai Rocky Gerung, dalam alokasi APBN, negara tidak adil karena menggunakan dana negara untuk membangun ibu kota ketika kemiskinan merajalela.
"APBN itu untuk menghasilkan kesejahteraan, bukan untuk investasi akumulasi elitis. Kan itu semua dalil yang ada di dalam Pancasila, konstitusi, dan sejarah bangsa ini. Jadi kelihatan Presiden ya sudah gagal, bahkan untuk memenuhi janjinya sendiri dia berbohong," ucap Rocky Gerung.
***
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!