SuaraPantura.com - Parta Solidaritas Indonesia (PSI) dikenal getol mendukung jabarmtan presiden Jokowi 3 Periode.
Hal ini srmpat dipertanyakan oleh beberapa pengamat politik.
Kali ini Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dea Tunggaesti memberikan pernyataan resminya terkait 'dukungan' untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) maju tiga periode.
Hal tersebut yang dipertanyakan Pengamat Politik, Akbar Faisal, yang mempertanyakan dasar dari dukungan masa jabatan presiden tersebut.
Disodori pertanyaan tersebut, Dea Tunggaesti bisa menjawab dengan santai, bahkan tidak mengelak bahwa PSI akan tetap mendukung Jokowi untuk terus maju 3 periode.
Kendati mendukung, rupanya ada penjelasan lebih lanjut dari Dea Tunggaesti. Dan menurutnya, PSI bukan berarti ingin menyalahi aturan konstitusi.
“Kalimat yang saya keluarkan dan kata-kata yang saya keluarkan itu dimulai dari, pada saat itu ada tiga atau bahkan lebih petinggi partai (PSI) lainnya yang sudah ada di DPR saat itu mengatakan bahwa masa jabatan Presiden dapat diperpanjang tanpa Pemilu karena sedang masa pandemi,” ujar Dea Tunggaesti menerangkan.
Hal itu menurutnya sebagai suatu putusan yang luar biasa dan dahsyat sekali pemberitanya.
Menurutnya, PSI bermaksud untuk mengingatkan Presiden Jokowi dan mengambil sikap tegas bahwa, hal tersebut inkonstitusional dan tidak bisa dibiarkan
“Kita harus melalui pemilu, kalaupun memang Pak Presiden masih diinginkannya lagi, pada saat itu survei kepuasan terhadap Presiden 73 persen kalau nggak salah. Rakyat memang masih menginginkan, maka para pendiri partai tadi harus melobi teman-temannya dan mengubah dulu konstitusinya itu yang saya sampaikan,” kata Dea Tunggaesti menyambungkan pernyataanya.
Sehingga maksud PSI saat itu, menurutnya ingin mendukung kebijakan 3 periode namun bila konstitusi sudah diubah.
Dengan konstitusi yang udah diubah, barulah PSI dapat dan mau mendukung 3 periode.
“Jadi bukan kami setuju 3 periode, karena kami tahu persis betapa perjuangan teman-teman memperjuangkan masa jabatan Presiden yang seumur hidup itu tadinya, menjadi 2 kali itu adalah perjuangan yang sangat-sangat berat,” kata Dea dengan tersenyum, sebagaimana dikutip dari kanal YouTube Akbar Faisal Uncensored.***