SuaraPantura.com - Masjid Raya Bandung dipenuhi pengunjung saat libur lebaran 2022.
Namun hal tersebut menyisakan keprihatinan terhadap moral dan etika.
Pasalnya Viral sebuah unggahan yang memperlihatkan suasana halaman Masjid Raya Bandung yang dipenuhi oleh sampah berserakan.
Dalam unggahan yang dibagikan akun media sosial Instagram @sekitarbandung tampak suasana halaman Masjid Raya Bandung yang dipenuhi sampah plastik berserakan di mana-mana.
Tidak hanya itu, tampak warga yang sedang berlibur pun bermain seolah tidak memperhatikan banyaknya sampah yang berserakan di sekitar mereka.
Aksi tidak bertanggung jawab warga masyarakat yang membuang sampah tersebut pun dibagikan dengan keterangan unggahan yang cukup memperihatinkan.
“Nasib wisata murah meriah,” tulis akun @sekitarbandung yang perihatin dengan kondisi halaman Masjid Raya Bandung tersebut.
Untungnya, petugas kebersihan kota Bandung segera terjun untuk membersihkan sampah-sampah yang berserakan di sekitar halaman Masjid Raya Bandung.
Tampak petugas UPT Pengelolaan Sampah DLH Kota Bandung terjun menyapu dan mengangkut sampah-sampah yang berserakan.
Berdasarkan keterangan unggahan, alun-alun Kota Bandung dan Halaman Masjid Raya tengah ditutup untuk memperbaiki beberapa fasilitas taman yang rusak.
Penutupan tersebut juga untuk mencegah terjadinya kerumunan yang mengakibatkan penularan Covid 19.
Unggahan itu juga mendapatkan respon warganet yang menyayangkan sikap tidak bertanggung jawab pengunjung.
“Tutup weh heula lah ai jarorok mah. Karunya petugas kebersihan na (tutup saja kalau tidak bisa jaga kebersihan, kasihan petugas kebersihan),” ungkap seorang warganet yang mengutuk sikap tidak bertanggung jawab pengunjung.
“Sampah dimana-mana, terus pakai sepatu dan sandal lagi,” kata seorang warganet yang turut perihatin.
‘Ampun dah, Kebanyakan yg ke situ memang bukan pituin (orang asli) Bandung. Nu katempuhan giténg adabna (yang disalahkan) urang Bandung,” kata seorang warganet.
“Sanes ku murah atau mahalna sih min, ie mah kesadaran weh. Naha sih bisa nya sampah pribadi hare2 ktu:( pdhal mun tiap pribadi disiplin mah moal nepi ktu (bukan karena mahal atau murahnya, tapi kesadarannya, kenapa sampah pribadi tidak diperdulikan padahal kalau setiap pribadi disiplin tidak akan terjadi seperti in)” kata seorang warganet.
***