Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Didemo Dua Kali Dalam Sehari, ini Tuntutan Massa Aksi
Desky Danuaji•
Nasional
SuaraPantura.com - Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto pada Jumat 13 Mei 2022 didemo dua kali di dua tempat berbeda.
Aksi demo masing-masing bertempat di depan Kantor Kejaksaan Agung (Kejagung) jalan Sisingamangaraja Jakarta Selatan, dan di depan Patung Kuda Jakarta Pusat.
Massa aksi di depan Kantor Kejaksaan Agung dan Patung Kuda memiliki tuntutan yang berbeda dalam orasinya.
Kantor Kejaksaan Agung (Kejagung)
Massa aksi di depan Kantor Kejaksaan Agung Demo di depan Kantor Kejaksaan Agung dilakukan oleh massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Anti Korupsi dan Perburuan Rente Indonesia (Gemakpri).
Massa aksi membentangkan spanduk bertuliskan ‘Tangkap dan Penjarakan Koruptor Impor Besi dan Baja’, juga menenteng spanduk dari kertas bertuliskan ‘Turunkan Menko Perekonomian, Tuntaskan Kasus Impor Besi dan Baja’.
"Copot dan Tangkap Airlangga Hartarto! Biang keladi impor besi dan baja di Indonesia yang merugikan negara triliunan rupiah," teriak massa aksi
Dalam orasinya, mereka meminta Kejagung mengusut kasus dugaan korupsi impor besi dan baja tahun 2016-2021 secara tuntas sampai ke akar-akarnya.
"Semua dalang dan pelakunya dibongkar. Tangkap dan penjarakan komplotan elit politik beserta kroni-kroninya yang terlibat dalam kasus ini. Mereka harus mempertanggungjawabkan perbuatan yang menguntungkan kepentingan pribadinya itu," ujar orator
Menurut Gemakpri, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto diduga menjadi dalang impor besi dan baja melalui kebijakannya saat menjabat sebagai Menteri Perindustrian bersama Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.
Kebijakan tersebut disinyalir masih dilakukan saat Airlangga Hartarto digantikan oleh Agus Gumiwang Kartasasmita yang juga berasal dari Partai Golkar.
"Kami menduga kebijakan penerbitan surat kebutuhan besi dan baja dari Mendag Enggar adalah hasil permufakatan jahat antara Mendag dan Menperin Airlangga," ujar koordinator aksi Firli Ramdani kepada wartawan.
Dalam kesempatan itu, massa aksi juga memakai topeng Airlangga, Enggartiasto dan Agus Gumiwang. Setelah dipakai, topeng dan kertas bergambar mirip tiga menteri itu dibakar massa aksi.
Aksi Demo di depan Kantor Kejaksaan Agung ini berjalan damai dengan pengawalan ketat pihak kepolisian.
Patung Kuda
Tuntutan massa aksi di sekitar Patung Kuda Jakarta Pusat — YouTube/Youtuber Pejuang Aksi demo di sekitaran Patung Kuda Jakarta Pusat dilakukan oleh kelompok massa tergabung dalam Solidaritas Aktivis Pejuang Keadilan Indonesia.
Massa aksi mendesak Presiden Jokowi untuk segera mereshufle Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.
Mereka menilai Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memiliki kinerja buruk dan gagal mengkoordinasikan kebijakan ekonomi menghadapi covid-19 dan menstabilkan harga minyak goreng.
"Menko Perekonomian Airlangga gagal dan kinerjanya buruk. Sudah selayaknya Bapak Jokowi copot jabatan Airlangga Hartarto," ujar koordinator aksi.
Selain di Patung Kuda, pendemo juga menggelar aksi serupa di Gedung Baharkam Mabes Polri.
Mereka mendesak Mabes Polri untuk menangkap dan memenjarakan aktor intelektual dibalik pemukulan Haris Pertama. Mabes Polri harus berani mengungkapkan dugaan keterlibatan petinggi Partai dalam kasus pemukulan Haris Pertama.
Pemukulan atau pengeroyokan terhadap Ketua Umum KNPI Haris Pertama harus di proses hukum secara tuntas. Karena, kata dia, tidak hanya tindak pidana tapi juga pelanggaran HAM.***