SuaraPantura.com - Ramainya pemberitaan mengenai munculnya kelompok ajaran yang diduga sesat, pemimpin kelompok ini akhirnya buka suara.
Kelompok ini bersedia ditemui di sebuah tempat di wilayah Desa Sengonagung, Purwosari, setelah pergi meninggalkan tempat tinggal sebelumnya berupa bangunan bekas warung family di Desa Cobanblimbing, Wonorejo.
Tetua kelompok ini Mahfudijanto (59), mengatakan kelompoknya tidak mengingkari Al-Qur'an asli dalam bahasa Arab. Namun mereka mengakui hanya belajar dari Al Qur'an terjemahan saja.
"Selama ini kami mengambil tuntunan dari Al-Qur'an dalam beribadah. Kami langsung ambil dari Al-Qur'an terjemahan, tidak perlu guru," kata Mahfud kepada wartawan Minggu 15 Mei 2022.
Juru bicara kelompok ini yang juga putra Mahfud menjelaskan lebih detil. Bahwa dalam beragama mereka dibimbing langsung oleh Allah.
"Memang benar, guru kami langsung dari Allah. Karena dalam Surat Ar-Rohman ayat dua, itu sudah jelas bahwa Allah lah yang mengajarkan Qur'an," kata Febridijanto (28)
Febri juga mengutip Surat Al-Baqarah untuk menguatkan pendapatnya. "Terus yang kedua Al-Baqarah ayat 32 dan 33, ketika Adam diciptakan, Allah mengajarkan kepada Adam menyebutkan nama-nama. Di situ jelas bahwa Allah yang mengajarkan pada setiap manusia. Dan malaikat pun berkata, tidak ada yang kami ketahui kecuali apa yang Engkau ajarkan," ungkapnya.
Febri menegaskan bahwa semua manusia yang mengajari adalah Allah. "Maka jelas yang mengajari semua manusia itu Allah." Tungkasnya.
selanjutnya Febri menolak dianggap mengingkari kerasulan Nabi Muhammad. "Kami mengakui Nabi Muhammad sebagai Rasul karena kami mengikuti Al-Qur'an. Kalau kita nggak percaya Muhammad itu pembawa Al-Qur'an, nggak mungkin kita mengikuti Al-Qur'an," jelasnya.
Sebelumya, dilaporkan ada sekelompok orang penganut ajaran sesat atau menyimpang yang beraktivitas di sebuah warung Desa/Kecamatan Purwosari sejak dua bulan lalu. Beberapa hari terakhir mereka pindah ke bangunan bekas warung di Desa Cobanblimbing, Kecamatan Wonorejo.
Keberadaan kelompok ini dideteksi oleh MUI dan dilaporkan ke pihak kecamatan. Pihak muspika dan MUI kemudian mendatangi lokasi pada Jumat 13 Mei 2022 untuk melakukan klarifikasi.
Hasil klarifikasi itu menyebutkan kelompok berjumlah 6 orang, terdiri dari 4 laki-laki dan 2 perempuan. 4 orang merupakan warga Kecamatan Wonorejo dan 2 orang warga Kecamatan Purwosari.
***