SuaraPantura.com - Beredar kabar Lanud Pattimura Ambon menghalangi masyarakat untuk beribadah di gereja yang berada dalam lingkungan Lanud Pattimura.
Dari kabar yang beredar menyatakan telah terjadi insiden pada Selasa 17 Mei 2022, di pos pintu masuk Lanud Pattimura Ambon ada pihak Lanud Pattimura yang menghalangi warga beribadah.
Menanggapi hal tersebut, Komandan Lanud Pattimura Ambon Kolonel Pnb Andreas A Dhewo menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar.
"Kami sampaikan tidak ada pihak Lanud Pattimura yang melarang warga untuk beribadah di gereja yang terdapat di dalam area Lanud Pattimura," tegas Kolonel Andreas, Selasa 17 Mei 2022.
"Mungkin ada simpang siur di media sosial. Saya sendiri seorang kristiani, tidak mungkin seorang komandan kristiani melarang saudara-saudaranya untuk beribadah," lanjut Kolonel Andreas.
Terkait isu adanya sweeping di dalam gereja, ia juga menegaskan tidak ada pihak Lanud Pattimura melakukan sweeping.
"Yang kedua, tidak ada sweeping di dalam gereja, semua normal-normal saja," ungkapnya.
Kolonel Andreas menjelaskan bahwa insiden yang terjadi Selasa 17 Mei 2022 pagi tersebut bukan larangan warga menjalankan ibadah. Ia mengatakan bahwa selama beberapa bulan terakhir pihak Lanud Pattimura mencoba menegakkan aturan tentang bagaimana seseorang memasuki sebuah institusi negara dan isntitusi militer.
"Aturan tersebut adalah wajib berpakaian yang sopan dan rapi. Dalam hal ini mohon tidak menggunakan sandal japit, tidak mengenakan celana pendek. Dan ini sudah dilakukan dua atau tiga bulan ke belakang," ungkapnya.
Dirinya tidak menampik memang ada sebagian warga yang kaget dengan aturan dari Lanud Pattimura tersebut.
"Ada juga yang simpang siur soal sandal japit, sehingga ada kesalahpahaman disitu, kemudian ada yang memprovokasi dengan mengatakan dilarang beribadah," jelas Kolonel Andreas.
Ia mengatakan hubungannya dengan gereja yang juga berada di sebelah tempat tinggalnya tersebut sangat baik. Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama saling menghormati aturan yang ada.
"Mari kita sama-sama saling seirama berjalan, kita ikuti ketentuan-ketentuan juga masuk ke institusi militer atau institusi negara. Prinsipnya kita sama-sama saling menghormati, kita akan membantu dengan fasilitas yang kita punya untuk pihak gereja melaksanakan kegiatannya," ucapnya.***