SuaraPantura.com – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa harga bensin masih relatif rendah karena upaya pemerintah yang terus menahan kenaikan.
Dilanisr dari kanal YouTube Kompas.com, Jokowi juga menyebut bahwa pemerintah saat ini masih berusaha menekan harga BBM jenis pertalite tidak naik dari angka Rp7.650 per liter.
Upaya ini dinilai tidak mudah karena melihat bahwa pemerintah harus menanggung subsidi energi dari APBN yang jumlahnya semakin besar.
Presiden jokowi menyebut pemrintah ini masih berusaha menekan harga BBM jenis pertalite tidak naik dari angka Rp7.650 per liter.
Seperti yang disampaikan oleh Jokowi, “Singapura, sekarang harga BBM-nya sudah Rp32.000, Jerman sudah diangka Rp31.000, Thailand Rp20.000, kita ini pertalite masih Rp7.650, pertamax Rp12.500, yang lain sudah jauh sekali,” ujarnya.
Jokowi pun mengatakan harga bensin di Indonesia masih relatif rendah lantaran pemerintah terus menahan kenaikan. Upaya ini pun dinilai tidak mudah, melihat pemerintah juga harus menanggung subsidi energy dari APBN yang jumlahnya semakin besar.
Seperti yang disampaikan oleh Jokowi, “APBN kita, APBD kita, anggaran yang ada di BUMN betul-betul harus kita pegang erat agar pemanfaatannya bisa betul-betul fokus ke titik yang kita tuju. Karena uangnya gede banget, besar sekali ya,” tuturnya.
Selain menekan harga BBM, Jokowi juga menyebut bahwa pemerintah berupaya menekan harga pangan seperti beras di Indonesia yang harganya Rp10.700 per kilogram.
Angka itu diklaim jauh lebih murah dibanding negara-negara lain yang naik sekitar 30 sampai 40 persen. Berkaca dari beberapa negara, Jokowi bersyukur bahwa inflasi di Indonesia masih dianggap 3.5 persen.***