SuaraPantura.com - Suhu di lokasi hilangnya anak Ridwan Kamil, Emmeril Khan Mumtadz atau akrab disapa Eril kini mencapai 16 derajat celcius.
Hal itu seperti dilansir dari Weather.com, Suhu Bern hari ini berkisar 16 derajat celcius dengan kelembapan 63 persen sementara kecepatan angin 11 km/jam.
Selain itu, arus sungai disebut juga sebagai salah satu kendala dalam pencarian.
Duta Besar Indonesia untuk Swiss, Muliaman Hadad menyampaikan kabar terbaru terkait hilangnya anak Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril di Sungai Aare, Swiss.
Muliaman Hadad menyampaikan bahwa Tim SAR masih akan melanjutkan proses pencarian terhadap Emmeril Kahn Mumtadz.
Muliaman Hadad mengatakan proses pencarian terhadap Eril sempat mengalami kendala situasional.
Menurutnya, dalam proses pencarian anak Ridwan Kamil tersebut, petugas dihadapkan dengan derasnya arus Sungai Aare.
Tak hanya itu, Muliaman menuturkan bahwa air sungai yang keruh sempat menjadi kendala bagi para petugas untuk menemukan putra pertama Ridwan Kamil tersebut.
"Kendala sangat situasional, karena sangat ditentukan oleh situasi pada hari H di mana pelaksanaan pencarian dilakukan terkait dengan derasnya arus air, kekeruhan arus air, dan lain sebagainya," kata Muliaman Hadad dalam keterangan pers yang diikuti Pikiran-Rakyat.com pada Sabtu, 28 Mei 2022.
Muliaman mengatakan bahwa kendala-kendala yang dihadapi Tim SAR dalam mencari Emmeril merupakan kendala alam yang menjadi ciri khas di wilayah itu.
"Kendala-kendala alam ini tentu saja memang menjadi ciri khas kendala bagi para petugas SAR," katanya.
"Oleh karena itu tidak ada spesifik kendala di luar itu, ya kendala-kendalanya sangat alami, jadi kita berdoa dalam satu dua hari ini situasinya cerah sehingga kemudian mempermudah upaya pencarian," kata Muliaman Hadad.
Dalam kesempatan yang sama, Muliaman juga mengungkap adanya potensi besar untuk Eril ditemukan pada pencarian kali ini.
Hal itu mengingat karena pada hari Sabtu dan Minggu biasanya orang yang datang dan berenang ke Sungai Aare lebih banyak daripada hari biasanya.
Oleh karena itu dia berharap pencarian pada hari ini dapat menemui titik terang terkait keberadaan Emmeril Kahn Mumtadz.
"Jadi hari Sabtu dan Minggu probalitasnya kita harapkan bertambah sehingga kemudian kita bisa memperoleh laporan, tidak hanya dari petugas polisi tapi juga dari masyarakat yang berenang di sungai," katanya.
Lebih lanjut, dia mengajak seluruh pihak turut berdoa agar Emmeril Kahn Mumtadz dapat segera ditemukan.
"Jadi kita terus berdoa, semoga Sabtu-Minggu ini ada perkembangan baik," ujar Muliaman Hadad.
***