SuaraPantura.com - Eril (Emmeril Kahn Mumtadz) putra sulung Ridwan Kamil (kang Emil) dikabarkan hilang di sungai Aaree, Bern, Swiss pada Kamis 26 Mei 2022 yang lalu.
Hingga kini pihak berwenang Swiss masih melakukan pencarian Eril anak Ridwan Kamil yang tenggelam di sungai Aaree atau Aare, Bern, Swiss.
Duta Besar RI untuk Swiss Mualiman Hadad saat konferensi pers Sabtu 28 Mei 2022 mengatakan kasus serupa sebagian besar baru bisa ditemukan setelah tiga minggu.
Di tengah dinantinya kabar keberadaan Eril, sebagian netizen Indonesia justru menyerang sungai Aaree di Google Maps.
Netizen yang sepertinya terbawa emosi tersebut meluapkan dengan memberi komentar kurang sedap disertai rating bintang satu.
Salah satunya akun Cahyi yang menuliskan komentar "Mencari tumbal" disertai rating bintang 1.
"Saya kasih bintang satu dulu yah,nanti kalo udh ketemu anaknya pak Ridwan saya kasih bintang tiga,kalo udah ketemu terus dalam keadaan selamat ya Alhamdulillah," tulis akun Ubay.
Bahkan ada juga netizen yang menyinggung soal penunggu sungai di Aaree.
"Banyak penunggunya, semoga anak Ridwan Kamil di temukan oleh, mitologi Nordik, di sana. Masih mending berenang di curuk Bogor aman," tulis Daniel.
Namun sebagian netizen justru mengingatkan netizen Indonesia untuk tidak memberi rating buruk pada sungai Aaree di Google Maps.
"Orang Indonesia pada norak, namanya juga musibah kenapa mesti objek wisatanya yg dikasih rating bintang 1 dengan ulasan yg buruk? Emg kalian udah pada pernah kesana? Sebagai warga Indonesia yg rasional dan objektif untuk melawan kenorakan para bocil +62, yokk rame2 kita kasih bintang 5 untuk objek wisata sungai Aar ini. From Indonesia with love, not hatespeech," tulis Dimas.
Akun Leni Laras juga menuliskan hal senada di kolom rating.
"Jangan bikin malu komen dengan memberikan bintang 1. ini bukan salah sungainya. orang berpendidikan gak mungkin komen yang aneh2 di sini. ayo lah bikin bangga Indonesia," katanya.
Diketahui Eril anak Ridwan Kamil hilang pada Kamis 26 Mei 2022 saat berenang bersama temannya.
Kedatangan Eril ke Swiss sendiri dalam rangka mencari tempat kuliah untuk melanjutkan pendidikan S2 nya.
Dari keterangan Dubes RI sendiri, kejadian orang tenggelam di sungai Aaree Swiss ini antara 15-20 kasus per tahun.***