SuaraPantura.com - Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril, Anak Ridwan Kamil diketahui lahir di New York Amerika Serikat 25 Juni 1999.
Kabar hilangnya Eril kurang lebih satu bulan menjelang hari ulang tahunnya yang ke-23.
Tahun 2020 yang lalu, Ridwan Kamil telat memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada Eril.
Ia mengunggah ucapan selamat ulang tahun disertai permintaan maaf pada akun Instagramnya @ridwankamil.
"Selamat Ulang Tahun @emmerilkahn puteraku tercinta. Semoga selalu menjadi manusia yang penuh manfaat untuk agama, bangsa dan masyarakat. Aamiin. Maaf telat, sibuk ku covid," tulis Ridwan Kamil 27 Juni 2020.
"Urusan jodoh mah, tenang aja. Semua akan indah pada waktunya," tambah pria yang akrab disapa Kang Emil ini.
Saat ini tak hanya keluarga Ridwan Kamil yang menanti kabar dari Eril, hampir seluruh masyarakat Indonesia kini menunggu kabar terbaik Eril dari Swiss.
Eril dinyatakan hilang usai berenang di Sungai Aare, Bern Swiss pada Kamis, 26 Mei 2022.
Perkembangan pencarian Eril disampaikan oleh Duta Besar Indonesia untuk Swiss, Muliaman Hadad.
Dia mengatakan bahwa proses pencarian yang dilakukan pada Kamis, 26 Mei 2022 dan Jumat, 27 Mei 2022 belum membuahkan hasil yang diharapkan.
Oleh karena itu, proses pencarian dilanjutkan kembali dilanjutkan Tim SAR pada Sabtu, 28 Mei 2022 pukul 8.30 waktu Swiss atau 13.30 WIB.
"Metode (pencarian) lebih intensif, menggunakan boat search dan drone, dan melakukan penyelaman," kata Muliaman Hadad dalam keterangan pers seperti yang dilansir Suara Pantura di Pikiran-Rakyat.com secara daring, Sabtu, 28 Mei 2022.
Penyelaman akan dilakukan mengingat kondisi air sungai yang keruh akibat bekas hujan dan lelehan salju.
Muliaman Hadad juga mengatakan bahwa drone yang akan digunakan pada proses pencarian kali ini berbeda dengan drone thermal yang digunakan pada saat proses awal pencarian.
Hal itu adalah karena drone thermal hanya efektif pada menit-menit awal ketika suhu panas badan manusia masih bisa terdeteksi.
"Drone yang akan digunakan pada hari ini itu drone yang berbeda, dia akan terbang rendah, bermanuver, dan melihat jengkal demi jengkal topografi sepanjang sungai," tutur Muliaman Hadad.
Dia menambahkan bahwa proses pencarian hari ini akan dilakukan sampai waktu yang memungkinkan, jika cuaca mendukung.
"Artinya disesuaikan dengan keadaan di lapangan," ucap Muliaman Hadad.
Sementara terkait batas waktu pencarian, dia menekankan bahwa tim SAR Swiss tidak memiliki spesifik waktu atau batas waktu maksimum terkait hal itu.
Mereka menegaskan, karena sudah tugasnya memantau situasi dan keamanan sungai, proses pencarian akan terus dilakukan.
"Pencarian akan terus berlangsung setiap hari, karena itu menjadi tugas mereka menjaga setiap titik sungai yang dilindungi itu," ujar Muliaman Hadad.
***