SuaraPantura.com - PT Colorpak Inonesia Tbk adalah perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur tinta cetak, pelapis, dan perekat
PT Colorpak Indonesia didirikan pada tahun 1988 ini juga bergerak dalam perdagangan perlengkapan cetak lainnya seperti BOP Film dan PET Film.
Pada tahun 2010, PT Colorpak Indonesia hanya beroperasi dengan satu pabrik di Tangerang, Banten menempati area seluas 13.125 m2 dan memiliki kapasitas terpasang sebesar 10.000 MT.
Pada tahun 2011, Colorpak mempunyai pabrik yang kedua di Gresik, Jawa Timur dengan menempati area seluas 12.009 m2 dengan kapasitas terpasang sebesar 2.500 MT per tahun.
Produk-produk PT Colorpak Indonesia meliputi manufaktur dan perdagangan sebagai berikut.
Manufaktur:
- Tinta untuk Flexible packaging & Cigarette packaging
- Enviromental friendly ink
- PVC leather coating
Perdagangan:
- Film (BOPP, PET, NYLON, MPET, etc)
- Adhesive (Solvent base, Solvent less, etc).
- Platic Resin
Pasar PT Colorpak Indonesia saat ini tersebar di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Medan dan juga ekspor ke Australia dan China.
Perusahaan ini juga terus membidik pasar-pasar potensial lainnya di dalam negeri maupun di regional Asia Pasifik, sesuai visi perusahaan.
Pada tahun 2001, perseroan telah mencatatkan seluruh sahamnya pada Bursa Efek Indonesia dengan kode perdagangan CLPI.
Berikut alamat PT Colorpak Indonesia Tbk di Tangerang dan Gresik
Plant Tangerang
Jl. Industri II Blok F No. 7 Pasir Jaya Jatiuwung Tangerang - Banten 15135.
Tel: +62 21 590 1962
Fax: +62 21 590 1963
Email: [email protected]
Plant Gresik
Jl. KIG Raya Selatan Blok E No. 8, Randuagung, Kebomas, Gresik, Jawa Timur 61121.
Tel: +62 31 9910 4321
Fax: +62 31 9910 4332
Email: [email protected]
Demikian profil singkat PT Colorpak Indonesia Tbk yang bergerak di bidang manufaktur tinta cetak, pelapis, dan perekat.
PT Colorpak Indonesia memiliki website resmi yang dapat diakses melalui www.colorpak.co.id.
PT Colorpak Indonesia saat ini dipimpin oleh Presiden Direktur Santoso Jiemy, dan tiga orang Direktur yakni Antoni Gunawan, Herlina Hatorangan, dan Harris Pranatajaya.***