SuaraPantura.com - Ramai di platform media social twitter seorang warga Surakarta dengan akun @ferrimega mengeluhkan pelayanan Disdukcapil setempat.
Dalam unggahannya, pemilik akun @ferrimega membagikan tangkapan layar yang berisi percakapan whatsapp messenger antara dirinya dengan petugas Dukcapil. Percakapan tersebut memperlihatkan pemilik akun hendak mengurus Kartu Keluarga (KK) namun tidak kunjung mendapat reaksi dari pihak petugas dukcapil hingga 2 minggu lamanya.
warga Surakarta itu kemudian membagikan cuitannya dengan menyertakan akun twitter walikota Surakarta Gibran Rakabuming @gibran_tweet.
“Sudah 2 minggu bikin KK gak ada kejelasan. Ditanya kurangnya apa gak direspon. Mas @gibran_tweet tolong anak buahnya diberikan pembinaan NILAI-NILAI ASN ber-AKHLAK" Begitu isi cuitan akun @ferrimega
Kabar gembiranya Tweet tersebut di-retweet (dibagikan kembali) oleh akun wali kota Surakarta @gibran_tweet disertai caption (keterangan) bahwa pelayanan dukcapil sudah tidak benar.
"Wah gak bener ini. Maaf ya Pak, bisa minta nomor HPnya?" Ujar Gibran membalas.
Sontak Tweet tersebut dibanjiri warganet yang turut mengomentari dan mengeluhkan pelayanan kepengurusan dokumen kependudukan di daerahnya masing-masing.
Seorang warganet membeberkan jika di daerahnya harus mengeluarkan uang sebesar Rp.150.000 apabila hendak ubah data KK ataupun KTP (Kartu Tanda Penduduk).
"Lah enak, ditempat saya kudu bayar 150rb dulu kalo mau ubah data KK atau KTP" Ujar akun @ashafanisa
Selain itu ada seorang warga yang mengaku sebagai warga daerah Jawa Barat turut serta mengeluhkan pelayanan di daerahnya.
"Jabar lebih gak berakhlak. Buat KTP perdana di kecamatan dilempar ke kecamatan lain alasan perekam data hanya disana. Lalu datang ke kecamatan lain ditolak alasan mesinnya rusak. Selesai puasa dan lebaran masih rusak, datang selasa minggu depan, ujung-ujungnya duit juga" Tulis akun bernama Simpati Jelita.
Ada pula yang menanyakan ke walikota Surakarta mengenai apakah masih perlu amplop jika ingin mendapatkan pelayanan.
"Apa benar masih butuh amplop untuk bikin dokumen kependudukan ta mas Gibran? Getok saja tuh bawahan sampeyan!" Tungkas akun @jacobs_beu
Meski demikian ada pula warga yang mengatakan kalo pelayanan di daerahnya tidak seperti daerah lain, di kota tempat tinggalnya yakni Kota Kendari pelayanan sangat baik dan cepat.
"Di kota kendari bikin eKTP/ perubahan data cepat diproses, 1-2 hari jadi. Daftar online kemudian datang ke capil untuk verifikasi terus tinggal tunggu saja, gratis. Kalo KK diarahkan ke kecamatan untuk prosesnya, sekitar 2-3 harian juga" Jelas akun @suhud_harits
Tak mau kalah, akun pemerintah kota Solo pun ikut membalas cuitan tersebut sebagai jawaban dari aduan pemilik akun @ferrimega, "pertanyaan/ aduan saudara telah diteruskan melalui website ULAS dengan Nomor Lacak 2022004166 dan akan dikoordinasikan lebih lanjut. Terimakasih :)" Balas akun @PEMKOT_SOLO yang dibubuhi emoticon senyum diakhir tulisan.
***