SuaraPantura.com - Jombang Santani Khairen yang lebih dikenal dengan nama JS Khairen lahir di Padang pada tanggal 23 Januari 1991.
JS Khairen adalah seorang penulis yang ckup terkenal karena disamping menulis cerpen dan buku, ia kerap menulis kondisi terkini Indonesia.
Terbaru yang ditulis oleh JS Khairen adalah tulisan Surat untuk Sungai yang menggambarkan pencarian Eril oleh ayahnya Ridwan Kamil di Swiss.
Salah satu tulisan yang melambungkan namanya sebelum Surat untuk Sungai adalah soal pembangunan Ibukota Negara (IKN) Nusantara beberapa waktu yang lalu melalui buku kumpulan cerpennya Rinduku Sederas Hujan Sore Itu dan Kami (Bukan) Jongos Berdasi.
JS Khairen mulai menulis sejak 2013 dan tercatat telah menulis sekitar 14 buku. Di antara beberapa buku kayanya adalah Rinduku Sederas Hujan Sore Itu, Kami (Bukan Jongos) Berdasi, 30 Paspor The Peackeapers, dan 9 Keping Surat dan Melangkah.
JS Khairen sendiri tidak menempuh pendidikan sastra, ia justru lulus dari Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia (UI). Bahkan ia pernah menjadi asisten dosen.
Selain menulis cerpen, JS Khairen juga membuka kelas menulis dan pernah bermain film berjudul Humba Dreams.
Keahlian JS Khairen dalam menulis sepertinya ia dapatkan dari ayahnya yang berprofesi sebagai wartawan. Sang Ayah juga mendirikan kelas menulis di Padang.
Demikian profil singkat JS khairen atau Jombang Santani Khairen yang menulis Surat untuk Sungai tentang Eril dan Ridwan Kamil.
Saat ini JS Khairen telah menikah. Dari pernikahan tersebut kini ia memiliki dua orang anak.
Kalian yang penasaran dengan JS Khairen bisa mengikuti akun sosial medianya di Instagram (@js_khairen), Twitter (@JS_Khairen) atau subscribe kanal YouTubenya di J.S Khairen.***